Belum 3 Bulan Atap Sudah Bocor

Perbaikan Atap PTM Prabumulih bocor sesuai hujan/ Foto : Irsan Matondang/KS

Perbaikan Atap PTM Prabumulih bocor sesuai hujan/ Foto : Irsan Matondang/KS

PRABUMULIH, KS – Suatu kali, Kenedy, salah seorang pedagang di Pasar Tradisional Modern (PTM) Kota Prabumulih Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengeluh. Bukan karena kenaikan harga sembako atau sulitnya memperoleh barang dagangan, melainkan PTM yang baru ditempati tiga bulan atap yang terbuat dari fiber sudah bocor ketika hujan tiba. “Bangunan ini pasti dibangun dengan miliaran rupiah, tapi nggak sebanding dengan hasilnya,” ujarnya.

Lain pula salah seorang ibu, yang menjual aksesoris dan mainan. Perempuan yang bernama Latifah itu juga merasa miris terhadap bangunan yang kini bocor. Meski Latifah hanya untuk sementara, tetapi dirinya menyangsikan PTM ke-2 yang disiapkan akan lebih berkualitas dari PTM pertama. “Kalau saya hanya sementara. Sebab PTM kedua akan dibangun. Sekarang sudah dibongkar. Bangunan sudah digarap kontraktor. Tapi saya miris. Sebab kalau hujan atapnya bocor,” ujarnya saat ditemui di lokasi jualannya.

Latifah kian khawatir jika kemudian derasnya hujan akan terus mengguyur Kota Prabumulih. “Walaupun diperbaiki, tapi karena bahannya fiber jelas nggak tahan hujan dan panas. Kalau bisa atapnya seng supaya awet,” ujarnya berharap.

Berdirinya PTM di Kota Prabumulih sepertinya tak membuat sejumlah pedagang tertarik untuk memanfaatkan fasilitas yang dibagun pemerintah. Para pedagang masih memilih membuka lapak di luar PTM. Praktis, deretan kios yang terbuat dari papan lengang dari pedagang. “Kalau itu dibiarkan, pembeli akan memilih ke mereka dari pada kesini,” ujarnya.

Keluhan lain juga disampaikan salah seorang penjahit di lantai 3. Apalagi bocornya hujan nyaris tepat di lokasi tempat ia membuka los jahitan. “Kalau begini terus lantainya jadi becek,” ujarnya.

Kondisi itulah yang kemudian mendorong sejumlah pedagang untuk menaruh harapan kepada pengelola pasar setempat. “Kami berharap kepada pengelola pasar agar dapat mengantisipasi permasalahan ini. Sebab walau diperbaiki terus, tidak akan menyelesaikan masalah, karena bahannya dari fiber,” katanya.

Melihat bangunannya, PTM yang dipastikan memakan biaya puluhan miliar ini terkesan tidak mengantisipasi kemungkinan buruk di masa mendatang. Tampak pada pemasangan ganefo yang menutupi atap samping maupun dinding penyekat yang melintasi Jalan Sudirman. Pemasangan itu tidak akan bertahan dan tidak kuat. Sebab bahan yang digunakan dari fiber. “Mungkin hanya bisa bertahan enam bulan. Karena tidak tahan dengan panas dan hujan. Fiber itu akan menjadi getas atau retak seribu. Dan ini sudah terbukti dengan retaknya atap yang berada di lantai tiga,” ujarnya.

Menangapi hal ini, Taufik Hidayat, SE, Kepala Pasar Kota Prabumulih mengatakan, kebocoran terjadi akibat kuatnya angin yang menerpa dinding. Belum lagi curah hujan yang berlebih. “Ditambah lagi, terik matahari. Ini yang mengakibatkan getasnya atap tersebut rusak,” ujar Taufik.

Senada hal tersebut Kepala Dinas PU Kota Prabumulih, Ir. M. Ardi Supratman saat dikonfirmasi sewaktu dikonfirmasi mengatakan kerusakan terjadi masih dalam tahap pengawasan sampai Desember 2015. “Kalaupun terjadi kebocoran hal itu akan tetap diperbaiki oleh pemborong yang membangun,” ujar Ardi di ruangannya.**

 

TEKS : IRSAN MATONDANG

EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *