Kisah Sukses Seorang Hendri Zainuddin

Hendri Zainuddin | Dok KS

Hendri Zainuddin | Dok KS

Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) hingga menjadi mahasiswa, ia sudah berkiprah di kancah nasional sebagai tokoh yang membanggakan Sumatera Selatan. Adalah Hendri Zainuddin tahu betul bahwa untuk menjalani hidup, prinsipnya cuma satu yaitu keyakinan.

Dijumpai Harian Umum Kabar Sumatera beberapa waktu lalu, Hendri yang ditemani sang istri Hj Fitriana SE SIP mengatakan, jika dalam setiap aktivitas apa pun hendaknya diawali dengan sikap yakin. Dan percayalah, agama beserta orang yang yakin, Allah SWT akan merestui.

“Banyak hal yang saya lakukan, keyakinan adalah kunci keberhasilan. Saya selalu menerapkan itu. Dulu ketika saya turut menunggangi Sriwijaya FC, banyak pihak yang meragukan saya. Tapi, Alhamdulillah berkat yakin, doa, dan dukungan masyarakat Sumsel, saya mampu menepis keraguan itu dengan membawa SFC menjadi juara,”kenangnya.

Selanjutnya pria berkacamata yang lahir di kota Palembang 4 Desember 1973 silam ini juga menuturkan bahwa dirinya selalu optimistis untuk berhasil sepanjang usaha dan kerja keras itu dilandasi dengan pondasi agama.

“Dan, saya selalu serius dalam setiap usaha termasuk di Kafe Numa ini, SFC yang saya bina dulu, dan sekarang Sumsel Leage, juga butuh prioritas dan keyakinan saya untuk berhasil. Insyaallah, sepanjang itu baik tidak mungkin Allah SWT mengabaikannya,” cetusnya.

Untuk diketahui, Hendri Zainuddin dalam menuntut ilmu pendidikannya selalu bernuansa Islami. Dalam Website pribadinya, dituliskan bahwa, suami dari Fitriana ini, dahulu bersekolah di Sekolah Dasar 280 Palembang (tamat 1986) dan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs.N) II Palembang (tamat 1989).

Lalu, ia menyelesaikan pendidikan di MTs Negeri II Palembang, setelah itu ia pun melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah I Palembang (tamat 1992). Sejurus kemudian, ia menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Ushuluddin Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Fatah Palembang, yang kini berubah nama menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).

Jika menilik pendidikan yang dijalaninya, sesuatu yang wajar jika mantan Manager SFC itu selalu berkeyakinan dalam kehidupannya. Hal itu karena, ia selalu di doktrinasi pelbagai kajian ilmu agama.

“Yang jelas, prinsip hidup jangan pernah tinggalkan agama dan Allah. Hidup akan selalu bermanfaat, bermartabat jika selalu ingat kepadaNya dan menjauhi segala larangannya. Itu saja,“ ujar Hendri, yang juga pendiri Pondok Pesantren Tahfidz al-Qur’an Raudlatul Qur’an Parayaman Ogan Ilir ini.

Sejak menjadi mahasiswa, Hendri selalu aktif dalam setiap organisasi kemahasiswaan baik di dalam maupun di luar kampus. Karena itu, tidak heran apabila ia sempat menduduki jabatan penting di organisasi tersebut.

Diantaranya, Ketua Umum Humanika Sumatera Selatan, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palembang (1997-1998), Pj. Ketua KNPI Palembang (1997-1998), Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuasin (2004-2009 dan 2009-2014), Ketua Umum KAHMI Kabupaten Banyuasin (2007-2011), dan Ketua Umum PS Banyuasin.

“Saya itu suka berorganisasi, dulu saya sempat menjabat Ketua Umum Perbasi Banyuasin, Ketua Harian KONI Banyuasin, Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyuasin, Ketua Harian Perbasi Sumsel, Ketua Wushu Banyuasin, Ketua Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PSTI) Sumsel, Wakil Ketua GP Anshor Sumsel, Manajer Sriwijaya FC (2009-2010), Direktur Teknik dan Sumber Daya Manusia PT. SOM. Hingga sekarang pun saya tetap aktif menulis beberapa artikel di surat kabar lokal yang ada, “ tutupnya.

 

TEKS      : JEMMY SAPUTERA

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *