“Motivasi Diri Sendiri Agar Bisa Sukses”

 

dr. Luigi Ariawan Handoyono. | Foto : Ferry Hotman

dr. Luigi Ariawan Handoyono. | Foto : Ferry Hotman

PALEMBANG – “Saya sangat bersyukur karena bisa bangkit, dengan semangat untuk memperbaiki diri, sampai akhirnya saya bisa menjadi top agen Zurich hanya dalam jangka 2 bulan” – dr. Luigi

 

Untuk menuju kesuksesan tentu memiliki banyak faktor, namun ada satu faktor yang sangat mempengaruhi dari segalanya, yaitu motivasi diri sendiri, karena akan terus melanjutkan mimpi yang terputus. Kenapa mimpi bisa terputus? Karena dorongan dari diri sendiri untuk mencapai mimpi tidak dilaksanakan sehingga hanya tinggal mimpi saja. Sehingga pada saat itulah motivasi diri sendiri harus ada. Inilah yang diterapkan oleh dr. Luigi Ariawan Handoyono dalam hidupnya.

Pria yang biasa disapa dokter Luigi ini merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti Jakarta pada tahun 1994. Selain menekuni profesinya sebagai dokter, dr Luigi juga bisa dibilang sukses dalam dunia bisnis.

 

Meski ketika kuliah mengambil jurusan kedokteran, namun kecintaannya terhadap bisnis telah ada, terbukti dalam kesehariannya selalu bergaul dan belajar dengan orang lain tentang tata cara berbisnis.

 

“Seneng bisnis, waktu kuliah belajar dengan orang China dan Arab, pada saat itu belajar bisnis jual mobil,”kata dr Luigi saat di temui diruang prakteknya di Jalan Ratan, Palembang, Selasa (24/2).

Menekuni dunia bisnis saat kuliah bukan tanpa alasan, karena ayahnya dr Handoyono dan ibunya Lucia Martini berada jauh dari dr Luigi yang tinggal di Jakarta, sementara kedua orang tuanya di Palembang. Inilah yang memacu dirinya untuk menambahi kebutuhan hidupnya. Apalagi dr Luigi berpisah dengan orang tua sudah berawal ketika ia sedang menempuh pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) Santa Theresia Jakarta.

Setelah lulus kuliah dr Luigi kemudian menikahi Andi Nazmah Assagaf dan kembali ke Palembang dan bekerja sebagai Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Rumah Sakit Jiwa yang ada di Palembang selama tiga tahun, sampai akhirnya meneruskan praktek swasta milik ayahnya sampai akhirnya memiliki seorang putra yang bernama Firhan.

“Pas lulus kuliah aku nikah, karena ayah punya praktek di sini, jadi waktu kerja PTT di Rumah Sakit Jiwa, saya juga bantu-bantu ayah,”ujarnya.

Setelah kesehariannya melaksanakan rutinitas sebagai seorang dokter, Pada tahun 2005, dr Luigi harus mengalami pahitnya kehidupan, dimana terjadi perceraian dengan istrinya, tentu ini membuat ia merasa berat

dan lemah, apalagi harta yang ia miliki tidak ada sepeserpun ia ambil, ini lah masa-masa terpuruk dr Luigi yang harus dijalaninya.

“Masa terpurukku pada saat cerai, seluruh harta saya ada pada istri, jadi keluar hanya membawa yang dipakai saja di badan, ditambah lagi hutang yang sangat banyak,”katanya.

dr Luigi benar-benar terpukul, dimana sebelumnya merasakan kehidupan penuh dengan harta bersama rekan-rekan bisnisnya yang selalu ada, namun kini semuanya telah hilang seakan tidak pernah kenal.

Pada saat seperti inilah seseorang bisa melihat siapa teman Sebenarnya. Selama dua tahun mengalami keterpurukan, dr Luigi hanya dihibur oleh teman yang orang pandang selama ini hanya sebelah mata.

“Saat saya bener-bener drop, yang datang ke saya hanya teman yang tidak memiliki apa-apa, terkadang diantarkan kue yang tidak seberapa harganya, namun sangat berarti bagi saya,”ujarnya.

Hingga akhirnya berkat dorongan dari teman-temannya untuk melupakan masalah yang berlarut-larut dialaminya. dr Luigi mulai kembali menata masa depannya, dengan menanamkan motivasi dalam dirinya, untuk segera keluar dari masalah yang sedang dialami.

Pada tahun 2007, dr Luigi mulai belajar bisnis Multi Level Marketing (MLM), dan mulai bangkit kembali setelah bergabung sebagai Senior Agency Manager PT ZURICH TOPAS LIFE sebuah perusahaan asuransi dari Swiss dan mendapatkan Top Agent Indonesia pada tahun 2013.

“Saya sangat bersyukur karena bisa bangkit, dengan semangat untuk memperbaiki diri, sampai akhirnya saya bisa menjadi top agen Zurich hanya dalam jangka 2 bulan,”ujarnya.

Berkat perjuangan panjangnya, dr Luigi terus mengalami perkembangan, dan yang sangat mengesankan baginya adalah ketika diundang oleh Andrie Wangso, seorang motivator dalam bidang mencapai sukses, dan merupakan orang yang ia kagumi selama ini.

“Saya bercita-cita ingin seperti Andrie Wangso, dia adalah orang yang bukan mendoktrin, tapi mengedukasi kita,”ujarnya.

Dr Luigi mengatakan, kalau seseorang menginginkan kesuksesan, tentu harus memotivasi diri sendiri, “kalau mau motivasi sendiri, maka harus memotivasi orang lain terlebih dahulu,”ujarnya.

Kini dr Luigi telah menikmati hasil perjuangannya selama ini, tentu bukan perjuangan yang sangat kecil, karena orang yang telah terpuruk tentu akan mengalami kesulitan untuk kembali bangkit. Selain itu, dr Luigi telah memiliki pendamping hidup, ia menikahi Suciati Eka Danarsih pada bulan Mei 2013, dan telah memiliki putri yang bernama

Virza.

Sementara putra yang pertama sekarang berumur 19 tahun, dan melanjutkan pendidikannya di Singapura, tepatnya di Gemscool University, dan mengambil jurusan bisnis.

Menurut putranya, dr Luigi adalah seorang ayah yang sangat mencintai keluarganya, selalu mendukung anak-anak, dan menjadi contoh bagi anak-anaknya.

“Papi itu salah satu yang paling suport saya, tidak memaksa harus mengikuti jejaknya sebagai dokter,”ungkap Firhan.

 

Pengalaman ini tentu memberikan pelajaran, bahwa untuk mencapai kesuksesan harus didorong dan motivasi dari diri sendiri, seperti yang diungkapkan dr Luigi “Kita bukannya tidak mampu, tapi kehilangan impian,”tutupnya.

 

TEKS       : ANDI HARYADI

Editor     : Mustaqiem Eska




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *