Berharap “Masyarakat Melek Media”

Nurhasanah Akmal,S.Ag, M.Si

Nurhasanah Akmal,S.Ag, M.Si

Palembang – Beragam tayangan layar kaca yang luar biasa komplitnya sekarang ini, menjadi perhatian khusus bagi Nurhasanah Akmal. Beberapa acara televisi layaknya kartun, berita, iklan, sinetron, film, kuiz, pencerahan agama, hiburan, komedi, sampai acara pendidikan, bagi Nunung – panggilan akrab – harus selalu dipantau. Sebagai koordinator bidang kelembagaan pada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Sumsel, ia merasa terpanggil untuk berjuang mewujudkan wujud penyiaran di Indonesia yang benar-benar sehat, bermanfaat dan bermartabat.

“Sebagai bagian dari tanggung jawab Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Sumsel, yang tidak lain mewakili suara masyarakat, mereka sangat berhak untuk mendapatkan informasi yang sesuai dengan amanah undang-undang nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran dapat terpenuhi,” katanya kepada Kabar Sumatera (24/2).

Dan untuk menjawabnya, ia berharap bisa menindaklanjutinya dengan pembentukan gerakan masyarakat sadar media.

“Melalui dari Bidang Kelembagaan, KPID Sumatera Selatan meluncurkan gerakan Masyarakat Peduli Siaran Sehat Sumatera Selatan (MP4S) agar masyarakat melek media, ikut mengkritisi dan mengapresiasi isi siaran radio dan televisi melalui sarana yang tepat,” jelas putri dari pasangan H. Akmal Aziz dan Hj. Juairiah Hasan yang Lahir di Palembang 24 Mei 1975 ini.

Sosok Yang Aktif Berorganisasi

Sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), Nurhasanah Akmal adalah pribadi yang gemar berorganisasi dan bersosial tinggi. Orangtuanyalah yang mengajarinya, akunya.

Beragam prestasi organisasi selalu diraihnya. Dari ceritanya, pernah ia sebagai ketua barong putri Pramuka gudep 14-15 Palembang, aktif pula mengikuti klub-klub olahraga dan kesenian. Di Usia remaja (SMP) selain sebagai ketua kelas juga aktif di organisasi IPM/IRM sebagai Sekretaris umum Pimpinan Cabang Seberang Ulu I.

Ketika SMA, aktivitasnya di organisasi makin meningkat sehingga jarang sekali di rumah. Selain aktivitas sebagai pelajar di SMA Negeri 8 dan mengemban amanah sebagai ketua umum di kegiatan Majelis Ta’lim Putri di sekolah. Ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Koordinator Komisariat (Korkom) PII Wati dan Ketua Kelompok Studi Pemuda Pelajar Putri di Kecamatan Seberang Ulu II.

Berlanjut, berkat kemampuannya memimpin dan berorganisasi, seterusnya berhasil menjadikannya sebagai Ketua Umum Koordinator Daerah (Korda) Korps PII Wati Kota Palembang, kemudian jenjang karier di organisasi meningkat dengan terpilih sebagai Ketua Umum Koordinator Wilayah (Korwil) Korps PII Wati Sumsel.

Saat kuliah di kampus IAIN Raden Fatah Palembang, aktivitasnya dalam berorganisasi terus bertambah banyak. Maka terpilihlah ia sebagai Ketua Sie Keputerian HMJ PAI, Ketua Keputerian SMF Tarbiyah, Sekretaris redaksi Majalah Ukhuwah dan menjadi wartawan kampus, Sekretaris Pimpinan Komisariat (PK) IMM Fakultas Tarbiyah dan menjadi salah seorang sekretaris di DPD IMM Sumatera Selatan. Sebagai aktivis kampus di era reformasi tentunya ikut juga bersama-sama aktivis kampus se-Indonesia menduduki gedung DPR-MPR meminta Presiden Soeharto turun.

Kegiatan berorganisasi terus berlanjut ketika memasuki dunia kerja. Selain sebagai Sekretaris Umum Pengurus Wilayah Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia ( PW P-KB PII Sumatera Selatan), Juga sebagai wakil sekretaris Majelis Pimpinan Wilayah ICMI Orwil Sumsel, Ketua Umum Majelis Sinergi Kalam (Masika ICMI) Orwil Sumsel, Ketua Departemen Pendidikan PW Nasyiatul Aisyiyah Sumsel, Bidang keorganisasian HIMPAUDI Kota Palembang, dan Divisi Hukum Ekonomi Islam Majelis Tarjih dan Tadjid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumsel.

Tentang Perempuan

Kini, ia menjadi satu-satunya perempuan diantara 7 komisioner KPID Sumatera Selatan dan baginya itu bukanlah sebuah tantangan.

Disinggung perihal perempuan, Nunung berpandangan, bahwa perempuan haruslah senang belajar untuk sesuatu yang baru yang bisa bermanfaat bagi dirinya dan lingkungan, senantiasa berupaya meningkatkan kualitas diri, mandiri dan tegar tanpa menghilangkan karakteristik keperempuanan yang lembut dan santun.

Sebagai Koordinator Bidang Kelembagaan KPID Sumsel, Nunung punya beberapa program baru selain melanjutkan program-program komisioner terdahulu.

“Program baru di Bidang Kelembagaan antara lain KPID Sumsel Award, Pembentukan Masyarakat Peduli Siaran Sehat Sumatera Selatan (MP4S), dan Focus Group Discussion (FGD). Program-program lanjutan seperti Literasi Media, TOT Literasi Media, Sosialisasi Siaran Pemilu dan Kampanye Simpatik Menonton Sehat akan banyak diubah dari kemasan dan format kegiatan sebelumnya. Penguatan kelembagaan dan publikasi harus lebih terlihat hasilnya, lebih terukur, lebih fokus dan wilayah jangkau kemasyarakat harus lebih luas,” paparnya.

Nunung yang lulus S.2 PSIE SDM Program Pasca Sarjana UNSRI ini di balik seorang organisatoris, ternyata pecinta travelling, bahkan aktif di kegiatan-kegiatan sosial, pendidikan, pelatihan dan keagamaan di wilayah Sumatera Selatan. Ibu dari Muhammad Taufiqurrahman dan Dinda Hasanah ini juga sering tampil sebagai instruktur maupun narasumber pada kegiatan kepelajaran, kepemudaan, keperempuanan dan kewirausahaan. Saat ini, ia merupakan Pimpinan Jari Aljabar Indonesia Cabang Palembang sejak 2012 dan Direktur PT. Genius Mind Indonesia (GMC) Cabang Palembang I sejak 2010. Aktivitas lainnya sebagai Dosen Ekonomi di UIN Raden Fatah Palembang dan Direktur Hasanah Center sebuah lembaga pendidikan dan pelatihan SDM. Nunung berdomisili di Jl. Talang Banten No. 461 16 Ulu Plaju Palembang.

 

Teks       : Mustaqiem Eska

Editor     : Rinaldi Syahril




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *