Harga Spare Part Melambung 10 Persen

Ilustrasi | Dok KS

Ilustrasi | Dok KS

PALEMBANG – Menurunnya harga karet di Sumatera-Selatan yang berimbas kepada menurunnya gairah pasar otomotif belakangan ini, justru tidak berpengaruh terhadap kenaikan harga sparepart kendaraan bermotor. Hal ini ditengarai, merupakan buntut dari nilai jual pabrikan penyuplai yang melonjak. Sehingga harga sparepart kendaraan pun melesat naik menembus 10 persen.

Angga, salah satu pemilik toko Sparepart motor di kawasan Demang Lebar Daun Palembang kepada Kabar Sumatera, Senin (22/2) mengatakan, jika kenaikan harga sparepart motor sebenarnya sudah terjadi sejak pertengahan Januari 2015 lalu. Namun pihaknya, belum menaikkan harga sparepart motor tersebut dikarenakan masih menggunakan modal lama.

“Sekarang harga sparepartnya dari agen saja sudah naik Mas, jadi mau tidak mau kita juga harus menaikkan harganya,” ujarnya.

Ia mengatakan, kondisi naiknya harga sparepart motor tersebut hanya berlaku untuk sparepart suku cadang asli, seperti harga sparepart satu set rantai sepeda motor matik dan bebek orisinil dijual seharga Rp180.000 hingga Rp195.000 dari sebelumnya Rp 160.000 dan harga tersebut belum termasuk biaya pemasangan. Untuk satu set rantai sepeda motor sport harganya bervariasi antara Rp210.000 hingga Rp230.000 per set termasuk biaya pemasangan. Selain suku cadang, kenaikan harga juga terjadi di harga penjualan ban kendaraan roda dua.

“Saat ini harga ban sepeda motor dijual sekitar Rp135.000 hingga Rp150.000 untuk ban depan dan Rp150.000 sampai Rp170.000 untuk ban belakang. Rata-rata naik sekitar 10 persen. Hal itu belum termasuk harga ban tubles yang menembus kisaran harga Rp 240,000,” ujarnya.

Dampak dari kenaikan tersebut, sambung dia, ternyata turut juga mempengaruhi pendapatannya. Dalam seminggu terakhir ini, omset penjualannya cenderung mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan banyaknya konsumen yang beralih ke produk imitasi.

“Sebenarnya, selisih produk asli dan yang imitasi tidak terlalu banyak jika dibanding harga sparepart asli. Meski begitu pembeli tetap memilih untuk membeli di luar toko resmi, namanya juga selera mereka kita tidak bisa memaksa,” ungkapnya.

Widio pemilik toko sparepart motor “Gersik“ di Sekip Ujung Palembang menyuarakan hal yang sama. Menurutnya, masyarakat kini mulai mencari alternatif lain dengan beralih menggunakan suku cadang imitasi. Pasalnya, suku cadang imitasi harganya jauh lebih murah ketimbang onderdil aslinya.

Ujar Widio, kenaikan harga sparepart motor tersebut lebih dikarenakan biaya yang tinggi dari negri asalnya, mengingat memang produk-produk tersebut merupakan buatan dari luar, seperti Cina, Jepang, dan Korea.

“Kalau dikaitkan dengan turunnya gairah pasar otomotif yang terkena imbas karet. Saya rasa tidak ada pengaruhnya sama sekali. Harga itu naik, mengikuti harga pasar yang memang selaiknya untuk naik,” tegasnya.

 

TEKS          : JEMMY SAPUTERA

EDITOR      : RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *