Disinyalir Lokasi Mesum, Puluhan Gubuk Liar di Danau OPI Dibongkar

Puluhan petugas gabungan Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Sumsel dan  Kota Palembang,merobohkan belasan gubuk-gubuk liar yang diduga menjadi tempat mesum oleh sejumlah remaja di sekitar kawasanDanau OPI.Jumat(20/2) Foto : Ferry/KS.

Puluhan petugas gabungan Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Sumsel dan Kota Palembang,merobohkan belasan gubuk-gubuk liar yang diduga menjadi tempat mesum oleh sejumlah remaja di sekitar kawasanDanau OPI.Jumat, (20/02/2015) | Foto : Ferry Hotman

PALEMBANG – Puluhan petugas gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumsel dan Palembang, kemarin merobohkan belasan gubuk-gubuk liar yang diduga menjadi tempat mesum oleh sejumlah remaja di sekitar Danau OPI.

Meski sempat mengalami penolakan dari sejumlah pemilik gubuk serta hujan deras, petugas Pol PP tetap membongkar satu persatu gubuk berukuran 4×4 meter beratap rumbia tersebut.

Kepala Bidang Tantibmas Satpol PP Sumsel, Yuli Arniati menegaskan, penertiban dilakukan untuk membersihkan areal danau dari praktik-praktik mesum serta kriminalisasi. Tak hanya itu, masyarakat juga kerap kali mengeluh dengan aktivitas tersebut, alhasil kenyamanan dan keindahan danau retensi tersebut menjadi terganggu.

Sebelum dilakukan penertiban, lanjutnya, pihaknya telah melayangkan surat peringatan, mulai dari peringatan 1 sampai dengan surat peringatan.

“Penertiban dan penataan pondok-pndok dan bangku. Untuk sosisalisasi telah kami sampaikan melalui peringatan 1-3 sehingga dapat melakukan penertiban ini. Ada 9 gubuk atau titik yang akan ditertibkan dan ditata,” tegasnya di sela sela penertiban kemarin.

Dia menambahkan, sebelumnya di area danau OPI Jakabaring disinyalir sebagai tempat mesum. Namun, setelah diberikan sosialisasi kegiatan esek-esek yang banyak main di sekitar danau OPI telah berkurang.

“Tidak ada lagi, sudah berkurang sebagai tempat esek-esek,” katanya.

Meski demikian, bagi pondok dan gubuk yang masih memiliki pemilik yang menjual jagung serta jajanan, juga mendapatkan teguran keras dari para petugas.

Menurut Yuli, tidak hanya pondok atau gubuk yang tidak berpenghuni lagi yang mereka tata. Begitu juga dengan bangku-bangku yang ada di sekitar danau tersebut. Setelah, diberikan sosialisasi dengan mengirimkan surat peringatan sampai dengan 3 kali.

Sementara, Sutinah (47) salah satu pemilik lapak jualan di kawasan Danau OPI mengungkapkan bahwa dirinya mendukung peran pemerintah yang menertibkan gubuk-gubuk tak bertuan tersebut. Karena di di gubuk-gubuk itu, remaja serta ABG sering memanfaatkannya untuk hal yang kurang baik.
“Adanya penertiban ini kita dukung-dukung saja, karena untuk kebaikan kami para pedagang juga. Kalau tempatnya ditata rapi, nyaman, dan aman pasti warga juga tertarik untuk berkunjung dan membeli dagangan kami,” katanya sambil mengipas-ngipas jagung bakarnya.

Sutinah mengaku, dirinya lebih kurang sudah 6 tahun berdagang di kawasan danau OPI tersebut. Dengan penghasilan perhari yang tak menentu, ia tetap berjualan yang ditemani oleh suaminya.

“Biasanya di hari libur yang ramai pengunjung serta pembelinya. Kalau hari-hari biasa pendapatan kami kadang tidak menentu. Bahkan, dalam sehari pun pernah tidak mendapatkan apa-apa alias dagangan belum laku,” akunya.

Untuk itu, dirinya berharap jika pemerintah terus memperhatikan kawasan danau semakin dipercantik. Kemungkinan minat pengunjung akan semakin besar bisa menambah omset perharinya.

TEKS:IMAM MAHFUZ
EDITOR:RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *