Palembang Siap Tuan Jadi Rumah SIAS 2015

Pangkalan udara Palembang dan Federasi AERO Sport Indonesia (FASI) Sumsel menyatakan kesiapan diri menggelar event kedirgantaraan akbar Sriwijaya Internasional Air Show 2015 yang akan dilaksanakan 30 April sampai 3 Mei 2015 dengan menggunakan lokasi Lanud Palembang, Bandara SMB II. | Dok KS

Pangkalan udara Palembang dan Federasi AERO Sport Indonesia (FASI) Sumsel menyatakan kesiapan diri menggelar event kedirgantaraan akbar Sriwijaya Internasional Air Show 2015 yang akan dilaksanakan 30 April sampai 3 Mei 2015 dengan menggunakan lokasi Lanud Palembang, Bandara SMB II. | Dok KS

PALEMBANG – Pangkalan udara Palembang dan Federasi AERO Sport Indonesia (FASI) Sumsel menyatakan kesiapan diri menggelar event kedirgantaraan akbar Sriwijaya Internasional Air Show 2015 yang akan dilaksanakan 30 April sampai 3 Mei 2015 dengan menggunakan lokasi Lanud Palembang, Bandara SMB II, area di atas Sungai Musi serta akan melibatkan tim aerobatik Indonesia dan Malaysia.

Even tersebut juga merupakan pertama kalinya skala Internasional yang dilaksanakan di Indonesia. Meski mengaku mengganggu penerbangan, namun pihak penyelenggara berjanji melakukan pengantisipasian dan pengaturan baik Efektif Delay, pergesaran dan penyesuaian jadwal dengan penumpang akan diinformasikan terlebih dahulu

Komandan Pengkalan Udara TNI AU Palembang Letnan Kolonel Penerbang Sapuan berkata, acara itu juga diselenggarakan dalam rangka hari jadi TNI AU dan hari jadi Provinsi Sumsel. Dirinya juga mengaku telah mendapat pesan dari Gubernur Sumsel Alex Noerdin agar even tersebut menjadi ajang tahunan serta menjadi media publikasi bagi Sumsel.

“Sumsel optimistis sukses gelar SIAS 2015. Indonesia telah memiliki 29 bandara skala Internasional,” katanya.

Bebas membawa penumpang dan melakukan penerbangan. Even ini pertama kalinya skala Internasional di Indonesia. Akan menggunakan Lanud Palembang, bandara SMB II, area diatas sungai musi.

Akan dimulai 30 April sampai 03 Mei 2015. Akan melibatkan tim aerobatik Indonesia dan Malaysia,” jelas dia saat menyampaikan kata sambutan diacara Grand Lounching Sriwijaya Internasional Air Show (SIAS) dan paramotor show di Ballroom Hotel Aston Palembang, Selasa (17/2).

“Saya juga berterima kasih telah diberikan kepercayaan melaksanakan acara ini. Kita menggandeng EO terpercaya dan berpengalaman Air Show di Indonesia. Tanggal 25 Maret nanti akan mengundang tim aerobatik Jupiter (Yogyakarta) milik TNI AU dan Hercules tampil diatas Palembang. Dan akan melonching plus plus bersama Gubernur. Melibatkan Alutista TNI dan AU,” tambah Sapuan.

Cepi Nasution selaku Wakil Sekjen Air Sport Indonesia yang juga membina olahraga Dirgantara menjelaskan jika FASI juga pernah mendapatkan 10 besar dunia dalam perlombaan olahraga mengalahkan sepakbola. Di mana dia juga mengaku Malaysia, Jepang juga dateng ke sini belajar dan berlatih Gantole.

“Namun sayangnya Media tidak pernah tahu hal tersebut,” ujar dia.

Di tempat yang sama, Jendral Manager angkasa pura Zulfahmi mengaku pihaknya mendukung penuh event itu terlebih lagi pertama skala internasional yang diadakan di Indonesia.

“Pameran potensi Negara akan mengenal Palembang dan harapan ramai pengunjung dan tentunya akan mendapatkan untung,” ucapnya.

Memasuki acara ajang tanya jawab antara Media, peserta dan penyelenggara, beberapa awak Media mengajukan beberapa pertanyaan diantaranya, apakah Sumsel pantas atau tidak menjadi tuan rumah event tersebut?. Kemudian pertanyaan apakah event tersebut tidak menggangu arus lalu lintas penerbangan bagi pesawat komersil dan lain sebagainya?. Pertanyaan menarik lainnya, strategi dan atraknsi apa saja yang akan dilakukan?

Ketiga pertanyaan tersebut langsung dijawab oleh pihak penyelenggara baik FASI, TNI AU Palembang, hingga pihak angkasa pura.

“Tentunya pantas, kalau tidak kapan lagi, dan Sumsel memiliki bandara yang luas dan telah dikenal Nasional maupun Internasional,” ujar Danlanud Palembang Sapuan.

Untuk arus lalu lintas penerbangan pihak penyelenggara mengakui tentunya akan terganggu, namun pihaknya selalu berkoordinasi dengan penerbangan yang ada agar berjalan lancar.

“Ketinggian dan luasan udara yang digunakan ada batasannya. Tentu mengganggu penerbangan, namun melakukan pengantisipasian dan pengaturan. Efektif Delay tentu akan diantisipasi. Pergesaran dan penyesuaian jadwal. Tapi tentunya penumpang akan diinformasikan terlebih dahulu,” ucap Manajer Angkasa Pura Zulfahmi.

Masalah Strategi dan atransi apa saja yang akan dilakukan, memang masih berskala kecil, karena jika skala besar bandara SMB II akan ditutup. Namun saat ini lebih memperkenalkan Dirgantara. Agar menanamkan kecintaan terhadap Dirgantara itu sendiri.

“Karena saat ini banyak keinginan orang mau jadi pilot dengan hanya mau bergaji besar dan terbang kemana mana dengan pramugari,” jawab Wakil Ketua FASI Nasional Nasution.

 

TEKS        : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com