Pasar Otomotif Kena Imbas “Karet”

PALEMBANG – Data yang dirilis Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) kuartal pertama 2015 bergerak lesu mencapai 8,45 persen . Hal ini ditengarai akibat merosotnya nilai jual harga karet yang hanya mencapai Rp 5800 per kilogram.

Pantauan Kabar Sumatera beberapa dealer resmi di Palembang seperti dealer resmi Honda Simpang Polda, Dealer Kawasaki di Basuki Rahmad , penjualan sepeda motor kian terasa tidak begitu baik.

Angga, Sales Marketing Honda yang dibincangi Kabar Sumatera, Senin (16/2) mengatakan, jika sejak tiga bulan terakhir penjualan motor terasa sedikit terhambat. Bahkan sambung Angga, jumlah sepeda motor yang terjual di kuartal I 2015 tercatat tidak pernah mencapai target.

“ Biasanya dalam satu bulan, target penjualan itu mencapai 10 unit. Namun sejak tiga bulan terakhir ini untuk menjual 4 unit saja dalam satu bulan susahnya luar biasa,” ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan data AISI penjualan sepeda motor untuk kuartal I 2015 mencapai 513.816 unit atau turun dari bulan Desember 2014 yang mencapai 561.253 unit. Hal ini berimbas pada hampir semua merek utama di pasar sepeda motor nasional yang mengalami penyusutan penjualan.

Menyikapi hal itu, Sutarman Pemerhati Ekonomi di Palembang menilai, menurunnya permintaan pasar terhadap kebutuhan sepeda motor merupakan imbas dari menurunya harga getah karet di sejumlah daerah, khususnya di Sumatera Selatan (Sumsel).

Karena itu, tidak heran jika pengaruh menurunnya harga karet juga turut berimbas kepada pasar otomotif. Melihat pasar otomotif yang kian bersaing, sambung dia. Sebenarnya ada kecendrungan masyarakat untuk beralih memiliki kendaraan sesuai dengan kemampuan mereka.

“Coba lihat, trend penjualan motor Suzuki dan TVS yang sekarang bisa dikatakan memperoleh hasil positif jika harus dibandingkan dengan tiga merek rivalnya yaitu Honda, Yamaha, dan Kawasaki yang semuanya mengalami penurunan distribusi, “ ujarnya.

Meski demikian, kata Sutarman. Berdasarkan data AISI , Honda tetap mendominasi pasar dengan penguasaan pasar hingga 66,24 persen, Yamaha 28,9 persen, sementara TVS masih diposisi terakhir perolehan 0,42 persen.

 

TEKS        : JEMMY SAPUTERA

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *