Waspada Bakso Daging Celeng

Ilustrasi Bakso | Ist

Ilustrasi Bakso | Ist

PALEMBANG – Tertangkapnya rumah produksi pengusaha bakso daging celeng atau babi, di Bandung Jawa Barat, membuat heboh masyarakat. Tak terkecuali masyarakat Metropolis yang hobi makan bakso.

Misalnya Dinda (20), warga Kelurahan 26 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil ini mengaku, selama ini ia hampir setiap hari makan bakso. Tapi, akibat penemuan rumah produksi bakso berbahan daging celeng itu membuatnya khawatir, terjadi juga di Palembang.

“Ya, kalau sekarang takut. Jangan-jangan bakso yang suka saya makan, juga mengandung daging babi,”katanya.

Dinda berharap, Pemerintah segera melakukan pengawasan ketat terhadap peredaran daging celeng di pasar-pasar tradisional maupun mall-mall di Palembang.

“Begitu juga terhadap pengusaha bakso, pengawasan harus diperketat. Jangan sampai masyarakat jadi korbannya,”harapnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Palembang, Syahrul Hefni mengatakan, sejauh ini di Palembang tidak ditemukan, bakso berbahan daging babi. Karena, untuk peredaran daging babi di Metropolis terbatas artinya tidak sembarangan.

“Tidak semua boleh menjual daging babi, apabila ada yang menjual, tempatnya harus khusus atau terpisah dengan daging lainnya. Sementara di pasar tradisional tidak ada. Karena, ada tempat khusus yang menjual daging celeng,”katanya.

Syahrul menyebutkan, untuk melakukan pengawasan terhadap makanan yang mengandung bahan berbahaya atau tidak, itu menjadi wewenang, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Tapi, untuk perdagangannya itu menjadi tugas Disperindagkop

“Biasanya, kalau pihak BPOM menemukan makanan berbahaya, mereka mengajak kami. Alhamdulillah sejauh ini, Palembang aman,”sebutnya.

Syahrul mengaku, pihaknya selalu mengawasi setiap usaha rumahan atau Usaha Kecil Menengah (UKM) di Metropolis 3 bulan sekali.

“Kami rutin lakukan pengawasan, ya untuk menghindari kejadian seperti di Bandung itu,”akunya.

Syahrul menghimbau, kepada masyarakat untuk lebih waspada dalam memilih makanan. Jangan sampai salah memilih, karena bisa berimbas pada kesehatan tubuh.

“Intinya harus waspada, mudah-mudahan hal itu tidak terjadi di Palembang,” ujarnya.

 

TEKS       : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *