Terkait Pembangunan Venue Porprov Sumsel, Kajari lubuklinggau Siap “Pasang Badan”

LUBUKLINGGAU – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lubuklinggau menyatakan siap pasang badan untuk Walikota Lubuklinggau,terkait rencana pembangunan dua venue Pekan Olahraga (Porprov) Sumsel X tahun 2015.

Ketegasan Kajari Lubuklinggau ini menindaklanjuti surat Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe yang meminta pendapat dan pandangan hukum mengenai rencana penunjukan langsung kontraktor proyek pembangunan venue cabang olahraga futsal dan dan satu cabang lainya.

“Walikota sudah bersurat kepada saya mengenai pandangan hukum, bagaimana kalau proyek pembangunan dua venue yang belum ada untuk Porprov penunjukan langsung, saya tegaskan saya akan pasang badan, kalau dianggap penyimpangan keuangan negara, biar saya yang masuk penjara,” tegas Kajari Lubuklinggau, Patris.

Meski memberikan lampu hijau mengenai rencana walikota tersebut, Kajari Lubuklinggau memberikan beberapa catatan khusus terkait penunjukan langsung tersebut.

Adapun syaratnya, diantaranya kontraktor yang ditunjuk harus benar-benar yang memiliki kualifikasi baik dan berkompeten dibidangnya,kemudian pihak Kejari harus dilibatkan dalam tim,serta jika ada diskon proyek,uangnya harus dikembalikan ke kas keuangan daerah.

“Kalau syarat-syarat ini dipenuhi, saya akan pasang badan,kalau ada yang menyebut itu penyimpangan,biar saya duluan masuk penjara,” tambah Patris.

Dia menyadari bahwa aparat penegak hukum merupakan pendukung pembangunan-pembangunan,bukan membuat pejabat galau dan takut.

Terpisah Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe, saat diwawancarai Kabar Sumatera,kemarin,mengatakan penegak hukum merupakan mitra dan harus mendukung program pembangunan pemerintah,sama seperti masyarakat lainya.

Ia berharap,kedepan agar tetap dapat terjalin komunikasi dan kerjasama dalam membangun Kota Lubuklinggau.

Bahkan pejabat nomor satu di Lubuklinggau ini meminta tolong kepada penegak hukum,dan seluruh rakyatnya agar mengawal jalanya pemerintahan,sehingga tidak terjadi penyimpangan. Jika mereka keluar dari sistem,agar diingatkan dan dikembalikan pada sistem yang seharusnya.

“Minta tolong dan saya minta tolong kepada semua pihak, tolong kawal kami, kalau ada yang salah luruskan, kita semua adalah mitra membangun daerah,”pintanya.

 

TEKS       : SRI PRADES

EDITOR   : FJ ADJONG

 




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com