Polda Sumsel Incar Koruptor Lahan RSUD Prabumulih

Rsud Prabumulih | Dok KS

Rsud Prabumulih | Dok KS

PALEMBANG – Guna mengungkap siapa saja yang terlibat tindak pidana korupsi (Tipikor) tukar guling lahan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prabumulih, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), terus melakukan penyelidikan hingga sekarang sejumlah pejabat dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemkot Prabumulih sudah diperiksa.

Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Eddy Purwatmo, melalui Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Sumsel, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Imran Amir berkata, proses tukar guling lahan RSUD Prabumulih ini sampai saat ini masih berstatuskan lidik.

Penyidik sampai saat ini masih mengklarifikasikan dugaan kasus ini dengan memintai keterangan sejumlah pihak yang dinilai mengetahui proyek ini.

“Kita sudah memanggil pejabat dan PNS di Pemkot Prabumulih untuk dimintai keteranganya akan proyek ini. Kasus ini masih dalam tahap lidik sehingga belum ada tersangkanya,” kata Imran, Kamis (5/2).

Sayangnya, Imran tidak bisa menyebut secara spesifik siapa-siapa yang sudah dimintai keterangan terjadap proyek ini. Ini dilakukan untuk menjaga nama baik mereka-mereka yang diambil keterangan. Barulah, saat nanti ada indikasi menuju proses penyidikan, Imran akan menyebutkan identitas tersangkanya.

Dijelaskan Imran, kasus ini diterima Ditreskrimsus Polda Sumsel setelah adanya pelimpahan dari Polresta Prabumulih, yang sebelumnya mendalami kasus ini terlebih dahulu. Begitu menerima pelimpahan ini, Subdit III Ditreskrimsus Polda Sumsel membentuk tim untuk selanjutnya memanggil pihak-pihak yang dinilai mengetahui adanya proyek tukar guling ini.

Sampai saat ini, sudah ada belasan pejabat dan PNS di Pemkot Prabumulih yang dimintai keterangan.

“Kasus ini kita terima limpahan dari Polresta Prabumulih sejak Oktober 2014. Kini, kasusnya kita yang menangani dan mereka-mereka yang sudah kita ambil keterangan semuanya koperatif,” kata Imran.

Diceritakan Imran, lahan yang kini ditempati RSUD Prabumulih bersumber dari anggaran Pemkot Prabumulih di tahun 2009-2010. Jumlah anggaranya berkisar Rp2,6 miliar. Namun, Imran belum mengetahui persis berapa luas lahannya.

“Yang berperkara itu hanya lahannya. Kita tidak mempersoalkan bangunan rumah sakitnya,” tukas Imran.

 

TEKS       : OSCAR RYZAL

EDITOR   : FJ ADJONG




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *