Pembangunan Jembatan Pulo Emass di Empat Lawang Pakai Batu Akik

Peletakan 'batu akik' sebagai simbol dimulainya pembangunan jembatan Pulo Emass. | Foto : Saukani

Peletakan ‘batu akik’ sebagai simbol dimulainya pembangunan jembatan Pulo Emass. | Foto : Saukani

EMPAT LAWANG – Ada hal unik pada peletakan batu pertama pembangunan jembatan musi Pulo Emass di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, Kamis (5/2) sekitar pukul 09.00 WIB. Biasanya ritual peletakan batu pertama ditandai pemotongan hewan seperti sapi, kerbau atau kambing, tapi kali ini batu pertama diletakkan Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri (HBA), jenis batu akik dan batu cincin.

Tak tanggung-tanggung, batu akik sebagai simbol awal pembangunan Pulo Emass jenis “Panca Warna” dan Lumut Hijau khas Empat Lawang. Selain batu akik, Kapolres Empat Lawang AKBP M Ridwan, meletakkan pin tanda kebesaran Polri, sebagai simbol dukungan atas rencana kemajuan pembangunan Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati.

Kenapa batu akik? HBA mengakui, ingin ada hal beda pada peletakan batu pertama proyek Pulo Emass. Selain promosi keanekaragaman jenis akik di Empat Lawang, ia ingin menjadikan momentum tersebut sebagai kenangan besar yang akan diingat sepanjang masa.

Simbol batu akik kata HBA, sangat digemari dan bernilai tinggi. Nah, itulah harapan kedepan. Pulo Emass selain menjadi pusat perekonomian, religius dan bisa menjadi salah satu icon wisata digemari pengunjung.

“Impian kita segera terwujud, kawasan baru Pulo Emass sebagai pusat perekonomian, wisata dan keagamaan. Batu akik panca warna, indah dan bernilai tinggi,” ungkap HBA.

Pulo Emass jelas HBA, tahap pertama pembangunan jembatan, talud dan pasar tradisional pada anggaran 2015 ini. Semua dikejar hingga 2016 mulai penataan pasar moderen serta pengembangan wisata, perhotelan oleh pihak investor.

“Nanti Maret talud sudah mulai dikerjakan, disusul Mei atau Juni sudah bangun pasar tradisional,” kita estafet agar hasil nyata pengembangan Pulo Emass cepat terwujud,” jelasnya.

Pemangku “Sutan Rajo Ame” ini tak menampik, sebagian besar pedagang di Pasar Musi Jaya II yang dibongkar adalah warga minang. Ia pun menjanjikan, pasar tradisional moderen di Pulo Emass akan di gratiskan, di konsef tanpa ada kesenjangan penempatan lokasi.

“Di Pulo Emass, pasar tradisionalnya kita gratiskan. Silahkan pedagang dan PKL menempati sesuai ketentuan, tentu diutamakan yang di pasar Musi Jaya 1 dan II,” imbuh HBA.

Diketahui, titik awal pembangunan jembatan Pulo Emass berada di lahan eks Pasar Musi Jaya II di depan Mapolres Empat Lawang yang sudah dihancurkan. Selain pengembangan Pulo Emass, dipastikan 2015 ini Pemkab Empat Lawang melaksanakan pelebaran Jalinsumteng Pasar Tebing Tinggi, dengan konsef dua jalur satu arah sepanjang perlintasan Rel simpang Jembatan Musi hingga ke Kelurahan Jayaloka Tebing Tinggi.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga (BM) Empat Lawang, H Fauzi menyebut, selain jembatan Pulo Emass, pada anggaran 2015 ini akan dibangun talud dan pasar tradisional.

Untuk pengembangan kota, akses Jalinsumteng dari depan Pemkab Empat Lawang Kelurahan Tanjung Kupang, akan dilebarkan hingga ke Pasar Tebing Tinggi.

Kawasan pasar, akses akan dibuat satu arah dengan konsef penanaman penghijauan pembatas tengah badan jalan.

“Kita minta masyarakat mendukung pekerjaan ini, sebab dipastikan nanti kondisi jalinsumteng pasar akan semraut saat pekerjaan berlangsung,” tukasnya.

 

TEKS       : SAUKANI

EDITOR   : FJ ADJONG

 




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com