Dinkes Muara Enim Temukan 54 Kasus DBD

Ilustrasi DBD | Dok KS

Ilustrasi DBD | Dok KS

MUARENIM – Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Muaraenim, ditemukan sedikitnya tercatat 54 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi di Kabupaten Muaraenim selama 2015 terhitung per 31 Januari. Wabah DBD juga menyerang Kabupaten Ogan Komeriing Ilir, yang jumlahnya teracatat 49 kasus, yang penderitannya didominasi orang dewasa dan anak-anak.

“Per 31 Januari 2015, kita telah menemukan 54 orang yang menderita DBD. Jumlah ini cukup tinggi, bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” tutur Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaraenim, Dr Yan Riyadi melalui Kasi Pemberantasan DBD, Rodiyah, Selasa (4/2/15).

Dirinya mengakui setiap tahunnya, periode Januari sampai April trend penyakit DBD selalu tinggi. Oleh karena itu, pihaknya menghimbau masyarakat agar selalu waspada DBD yang setiap saat bisa menyerang.

“Sebenarnya penyakit demam berdarah dapat dicegah. Pencegahan pada penyakit ini adalah dengan adanya gerakan 3M yakni menguras, menutup dan mengubur,” terangnya.

Sementara dari Kayuagung dilaporkan, berdasarkan pantauan di RSUD Kayuagung, Rabu (4/2) siang, terdapat 49 pasien penderita DBD yang terkapar di tempat tidur ruang perawatan rumah sakit. Penderita DBD tidak memandang usia mulai dari dewasa, remaja dan anak-anak. Namun Balita dan anak-anak mendominasi jumlahnya.

Terbilang banyaknya warga yang terserang DBD mendapat perhatian dari Ketua TP PKK OKI, Lindasari Iskandar. Kemarin isteri bupati ini didampingi Kepala Dinkes OKI HM Lubis dan Direktur RSUD Kayuagung memonitor para pasien akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

“Hari ini jumlah pasien DBD ada 49 orang, namun tidak semuanya merupakan warga OKI karena ada juga pasien dari Ogan Ilir. Jumlah pasien setiap hari tidak menentu, namun selalu bertambah,”ungkap Kepala Dinkes OKI ditemui di RSUD Kayuagung kemarin.

Dijelaskan Lubis, meskipun jumlah pasien DBD kemarin berjumlah 49 orang namun Dinkes OKI belum pernah melakukan fogging atau penyemprotan ke pemukiman penduduk yang divonis sebagai sarang nyamuk yang menyebarkan virus dengue tersebut.

“Kabupaten OKI kini berstatus siaga DBD. Kemungkinan besok (hari ini) kami akan melakukan fogging di beberapa titik di perkotaan Kayuagung,” janjinya.

Diketahui, status siaga DBD untuk jumlah penderita 0-50 orang, status waspada untuk penderita 50-100 orang dan status kejadian luar biasa (KLB) untuk penderita lebih dari 100 orang.

Muherli selaku Kepala Seksi Pelayanan Medis RSUD Kayuagung mengatakan, rumah sakit telah menyiapkan bed atau tempat tidur tambahan yang diletakkan di sejumlah ruang perawatan karena melonjaknya jumlah pasien DBD setiap hari.

“Jumlah pasiennya tidak tetap, karena ada yang sudah sembuh lalu diperbolehkan pulang. Namun setiap hari ada saja penambahan pasien yang yang datang ke rumah sakit maupun rujukan dari puskesmas,” jelas dia.

 

TEKS      : DONI AFRIANSYAH/ SISWANTO

EDITOR  : FJ ADJONG

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *