Waspada Penipuan bermodus pemasangan layanan air bersih

PALEMBANG – Direktur Operasional Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi Palembang Andi Wijaya menghimbau, bagi masyarakat Metropolis yang ingin memasang layanan air bersih, harus lebih waspada. Pasalnya saat ini, sudah ada 7 orang calon pelanggan yang ditipu oleh oknum tidak bertanggungjawab.

Andi mengatakan, modus yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab tersebut adalah pemasangan layanan air bersih bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Baru-baru ini kami menerima laporan dari 7 orang calon pelanggan, terkait penipuan berkedok penyambungan air bersih bagi MBR. Meski angkanya masih kecil, masyarakat yang belum teraliri air bersih harus lebih waspada, jangan sampai menjadi korban,”ungkapnya, Selasa (3/2).

Andi mengaku program penyambungan air bersih bagi MBR itu memang ada. Namun, untuk Tahun 2015 ini belum berjalan. Karena masih proses pendataan. Katanya, belum berjalannya program MBR itulah yang dimanfaatkan oknum tersebut.

“Selisih pemasangan normal dengan pemasangan program MBR itu cukup jauh, yakni Rp800 ribu. Untuk normal calon pelanggan harus keluarkan dana sebesar Rp1,1 juta, sementara untuk program MBR hanya Rp300 ribu,”akunya.

Sambung Andi, kerugian yang dialami calon pelanggan tersebut, mulai Rp300 ribu hingga Rp700 ribu per orang.

“Jadi calon pelanggan itu diiming-imingi akan disambungkan air bersih dari PDAM. Mereka (calon pelanggan) disuruh membayar uang ditempat,”bebernya.

Andi menegaskan, kalau program penyambungan air bersih bagi MBR tersebut sudah jalan kembali, pihaknya akan sosialisasikan secara resmi, baik melalui ketua Rukun Tetangga (RT), Kelurahan maupun Kecamatan.

“Sampai sekarang belum ada kelanjutannya. Selain itu, kami tidak menerima pembayaran di tempat, melainkan di loket-loket PDAM yang sudah ada,”katanya.

Andi menambahkan, syarat untuk mendapatkan program penyambungan air bersih tersebut adalah, belum pernah tersambung aliran air bersih, bangunan rumah maksimal 60 meter persegi, sambungan listrik maksimal 1300 volt ampere (VA), dan pemilik sah bangunan.

“Jadi mereka harus mengajukan ke PDAM, kemudian PDAM akan mensurvei kelapangan,” ungkapnya.

 

TEKS         : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR      : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *