Kasus DBD Kian Bertambah, Dinkes Imbau Terapkan PHBS

PALEMBANG – Terhitung akhir Januari 2015 kemarin, data yang tercatat di Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel, sudah terdapat 335 penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel). Untuk itu Dinkes Sumsel terus mengimbau masyarakat agar menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Hal itu diungkapkan oleh Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Penyakit Menular di Dinkes Sumsel, Mulyono yang diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (2/2).

Terang Mulyono, kondisi penyebaran DBD saat ini cukup mengkhawatirkan, karena lebih lebih tinggi dibanding tahun 2014 kemarin yang tercatat sebanyak 137 penderita. Tetapi, jumlah penderita DBD di Sumsel sampai akhir januari 2015 terus meningkat.

“Untuk jumlah penderita yang paling banyak, yaitu dari Kota Palembang berjumlah 101 (2 orang meninggal), disusul Banyuasin sebanyak 65 penderita, Prabumulih 56 penderita, OKI 46 penderita, Muara Enim 25 penderita, Ogan Ilir 19 penderita, Lubuklinggau 8 penderita, OKU 7 penderita, Pali 3 penderita, OKUS 2 penderita, Lahat 2 penderita, Mura 2 penderita. Sedangkan OKU Timur, Empat Lawang, Pagaralam, Muba, dan Muratara belum menyampaikan laporannya,” Mulyono menguraikan.

Lanjut Mulyono, Dinkes Provinsi Sumsel akan membantu secara teknis ke semua daerah, seperti membantu penyelidikan epidemologi, penyemprotan (fogging), pembagian insektisida, dan larvasida.

“Persediaan bantuan di kita sudah lengkap, tinggal pihak Kabupaten/Kota yang menginginkan. Diantaranya, 5.500 Kg bubuk larvasida, 2.365 liter insektisida fogging sekaligus alat pelindung diri bagi petugas penyemprotan, dan 2.660 Rapid Test Diagnostic (RTC) DBD,” lanjutnya.

Tambahnya lagi, bubuk larvasida bisa dipakai warga untuk mencegah tumbuhnya jentik nyamuk di tempat-tempat penampungan air. Dan insektisida adalah bahan yang digunakan untuk pengasapan (fogging). Sedangkan RTD adalah alat pendeteksi dini yang dapat secara cepat mengidentifikasi apakah seseorang yang mengalami gejala positif menderita DBD atau tidak.

“Kita selalu menekankan masyarakat supaya melek informasi akan gejala-gejala yang ditimbulkan apabila terjangkit DBD. Juga segera memeriksakan ke puskesmas atau dokter terdekat, apabila salah satu anggota keluarganya menderita demam panas dan badan yang terasa ngilu. Serta yang paling penting, yakni selalu terapkan PHBS dan 3M. Serta memelihara ikan cupang di bak penampungan air, karena ikan tersebut efektif memakan jentik-jentik nyamuk yang akan berkembang,” katanya.

Kepala Dinkes Sumsel, Lesty Nuraini mengungkapkan, bahwa dirinya akan segera melaporkan kasus ini kepada Gubernur supaya bisa ditindaklanjuti dengan sesegera mungkin.

“Tadi usai kita bahas ini pada rapat yang kita lakukan, maka saya segera menemui gubernur untuk melaporkan catatan ini. Sebab, walupun kondisi ini belum KLB tetapi ini harus dicegah sedini mungkin agar masyarakat bisa sadar dan bisa menerapkan PHBS,” pungkasnya.

 

TEKS       : IMAM MAHFUZ

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *