Perbaikan Drainase di Kota Palembang Butuh Rp30 Miliar

Kolam Retensi yang terletak di Jalan Demang Lebar Daun Palembang. | Foto;Ferry Hotman

Kolam Retensi yang terletak di Jalan Demang Lebar Daun Palembang. | Foto;Ferry Hotman

PALEMBANG – Dana perbaikan drainase yang ada di Kota Palembang tahun 2015 ini hanya Rp30 miliar, angka tersebut menurun Rp10 miliar, jika dibandingkan tahun 2014 lalu sebesar Rp40 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Pengelolaan Sumber Daya Air (PUBM dan PSDA) Palembang, Darma Budhy mengatakan, pengerjaan perbaikan drainase tersebut, kemungkinan baru bisa dilaksanakan Maret-April mendatang. Karena, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Palembang tahun 2015, masih menunggu persetujuan pihak Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)

Ya, dana yang kami usulkan Rp30 miliar. Selain perbaikan drainase, dana tersebut juga untuk pembangunan kolam retensi di kawasan Seberang Ulu (SU) I, tepatnya di RS Palembang Bari,”katanya, Jumat (30/1).

Budhy mengaku, perbaikan drainase maupun pembangunan kolam retensi tersebut, salah satu upaya untuk mengatasi banjir di ibu kota Sumsel ini.

“Perbaikan harus terus dilakukan setiap tahun, kalau mau perbaiki semua drainase hanya dalam satu tahun, anggaran kita kurang,”akunya.

Sementara itu, Kabid Pengendalian Banjir dan Drainase Dinas PUBM dan PSDA Palembang, Bastari Yusak mengatakan, upaya penanggulangan banjir jangka pendek, pihaknya selalu berkoordinasi Dinas Kebersihan Kota (DKK) Palembang, Kecamatan hingga Kelurahan, untuk melakukan pembersihan saluran air.

“Biasanya kegiatan yang kami lakukan adalah pengerukan drainase yang sudah dangkal,”katanya.

Sambung Bastari, wilayah yang rentan terjadi banjir ketika hujan seperti, Ilir Barat (IB) I, Ilir Timur (IT) II, Kalidoni, Kemuning dan Kertapati.

“Perbaikan drainase tidak bisa sekaligus, artinya berdasarkan skala prioritas,”ujarnya.

Bastari menambahkan, cara untuk mengatasi permasalahan banjir lainnya adalah pembangunan kolam retensi. Idealnya, setiap tahun ada 4-5 pembangunan. Tapi, masih terkendala dana dan pembebasan lahan.

“Agar Palembang bebas bajir, minimal kita miliki 42 kolam retensi. Sekarang baru ada 16 kolam retensi,” tutupnya.

 

TEKS        : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL

 

 


TAG


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *