Pasien Mobil Clinic Centre Didominasi ISPA

LUBUKLINGGAU – Konsen Pemerintah Kota Lubuklinggau di bidang kesehatan dengan menyiapkan Mobil Clinic Centre (MCC) di tahun 2014 nampaknya memberikan dampak baik bagi masyarakat di bumi Sebiduk Semare.Sepanjang 2014, empat MCC mampu memberikan pelayanan kesehatan kepada 2.260 pasien di 72 kelurahan.

Berdasarkan data Subdin Yankes Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau selaku penanggungjawab MCC, dari 2.660 pasien MCC tersebut penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sebanyak 787 orang, disusul reumatik 457 orang, 432 hipertensi, 182 Gastritis,dan 190 alergi, 31 asma, 43diare, 18 Rongga Mulut, 4 mata dan 116 penyakit lainya.

Kepala Dinas Kesehatan Lubuklinggau, dr RM Nawawi Akib didampingi Subdin Yankes, Elly saat dibincangi Harian Umum Kabar Sumatera, Jumat (30/1) menerangkan, penyakit ISPA mendominasi sepanjang 2014 salah satunya dikarenakan kondisi cuaca dan polusi yang memicu penyebaran virus dan bakteri. Penderita ISPA terbanyak terdapat di Kecamatan Lubuklinggau Selatan I dan II sebanyak 152 orang.

Dijelaskan Elly, sejauh ini program kesehatan jemput bola Pemerintah Kota Lubuklinggau berjalan cukup baik dan selain menerima panggilan melalui call cantre MCC di 555 dan 081803335555, secara terjadwal empat mobil gratis tersebut memberikan pelayanan kesehatan dimasing-masing kecamatan.

Adapun kegiatan MCC ini, kata Elly, yakni memberikan pertolongan Pertama pada masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan baik yang berada di pusat keramaian, tempat kerja maupun di perumahan penduduk, memberikan pertolongan bagi masyarakat yang sedang tertimpa bencana, baik bencana alam, kebakaran maupun bencana akibat kerusuhan sosial,memberikan pertolongan pertama akibat kecelakaan lalu lintas baik dijalan umum, kecelakaan air maupun kecelakaan industri dan memberikan pertolongan pertama pada kegiatan olahraga.

Kemudian sarana dan prasarana kesehatan jemput bola ini yakni lima ambulance , empat unit Emergency Medical Kit, empat unit Firts Aid Kit, empat set 02 dan regulator dan satu paket obat-obatan P3K/P3P, serta tenaga kesehatan yang memadai terdiri dari dokter, perawat dan bidan.

“Di MCC ini tidak hanya pengobatan penyakit, bisa juga untuk sunat, dan melahirkan,kita sudah beberapa kali melakukan sunatan dan lahiran di dalam mobil ini,” ujarnya.

Lebih lanjut,ia menegaskan, jika pada saat pemberian pelayanan kesehatan, si pasien harus mendapatkan perawatan intensif, pihaknya akan merujuk dan membiayai pasien tersebut ke Rumah Sakit Siti Aisyah Lubuklinggau.

“Kalau yang sakit itu orang miskin, kemudian harus dibawa kerumah sakit, maka akan kita antar ke rumah sakit dan kita biayain pengobatanya,” tutupnya.

 

TEKS          : SRI PRADES

EDITOR      : FJ ADJONG

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *