Fasilitas Olahraga di Empat Lawang Terbengkalai

fasilitas olahraga panjat dinding dibirakan terbengkalai. | Dok KS

fasilitas olahraga panjat dinding dibirakan terbengkalai. | Dok KSempat lawang

EMPAT LAWANG – Fasilitas olahraga panjat dinding yang dibangun tak jauh dari gedung Pemkab Empatlawang dibiarkan terbengkalai. Bahkan, fasilitas berupa papan panjat dan bangunan ruangan ganti atlit sudah mulai rusak karena tak difungsikan sejak dibangun sekitar 2012 lalu.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera, Jumat (30/1) menyebutkan, tidak difungsikannya fasilitas olahraga panjat dinding, karena sejauh ini jenis olahraga menantang adrenalin tersebut kurang diminati.

Diduga dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Empat Lawang pun, tidak terlalu serius mengembangkan cabang olahraga (cabor) panjat dinding.

Di sisi lain, sangat disayangkan jika fasilitas dibangun dari APBD hingga ratusan juta, tak difungsikan bahkan dibiarkan rusak dan terbengkalai saja.

“Kan sayang, harusnya kalau memang tak ada peminat cabor panjat dinding alokasi dananya ke olahraga lain,” cetus Isman (26), salah seorang pemain futsal dibincangi, kemarin.

Ada penilaian imbuhnya, KONI di Empat Lawang mati suri, sebab banyak sekali cabor tidak dikembangkan.

“Melulu voli, kan banyak cabor lain seperti atletik. Harusnya semua cabor dikembangkan, karena banyak potensi atelit di Empatlawang. Kegiatan tahunan paling cuma turnamen voli yang gencar, itupun belum ada pembinaan atelitnya,” cetusnya.

Senada itu Oji (30), pencinta olahraga panjat dinding mengatakan, selama ini kurang greget pembinaan atelit, kemungkinan ada itupun saat menjelang even dan sifatnya dadakan saja. Kalau panjat diding, seharusnya dipindahkan ke lokasi lain. Ini fasiltasnya di tempat sepi, jadi kurang ada yang mau latihan.

“Pindahin aja ke sekolah, mungkin lebih bermanfaat dari pada terbengkalai,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Empat Lawang Alhumaidi Saman melalui Kabid Olahraga, Sukma Bahagia mengakui, selama ini KONI belum maksimal. Bukannya mati suri, hanya kegiatan pembinaan atelit harus ditingkatkan lagi.

“Kita akan dampingi KONI, termasuk pengembangan cabor panjat dinding,” kata Sukma.

Ia menjanjikan, mulai Februari 2015 ini fasilitas panjat tebing difungsikan. Semua alat sudah diberikan ke salah seorang atelit. Terkait kerusakan karena sudah lama dibiarkan terbengkalai, nanti akan di cek ulang agar tak membahayakan.

“Februari ini sudah mulai difungsikan, ya memang sejak dibangun itu terbengkalai,” tukasnya.

 

TEKS         : SAUKANI

EDITOR     : FJ ADJONG




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *