Aset Perusahaan Terbesar di Sumsel ini Disita Polisi

Ilustrasi | Dok KS

Ilustrasi | Dok KS

PALEMBANG – Usai melakukan penyelidikan mendalam, akhinya petugas dari unit Keamanan Negara (Kemnag) Direktorat Reserse Kriminl Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan Sumsel, menyita enam mesin produksi PT Maju Agro Lestari Emas.

Tidak hanya menyita barang bukti tersebut, petugas juga menetapkan Sadish Khumar, selaku Direktur Utama (Dirut) PT Maju Agro Lestari Emas sebagai tersangka. Penyitaan aset milik perusahaan pengelolahan kelapa sawit terbesar di Sumsel ini, setelah sebelumnya petugas melakukan penyelidikan atas laporan penggelapan barang berupa mesin pengelolahan kelapa sawit.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumsel, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) R Djarod Padakova dalam jumpa persnya, Jumat siang (30/1). Ia menegaskan, bahwa penyidik sudah menyita enam unit mesin milik PT Maju Agro Lestari Emas yang berada di Desa Parit Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Perusahaan PT Maju Agro Lestari Emas diduga telah menggelapkan mesin pengelolah sawit. Dari laporan tersebut, penyidik langsung melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi hingga akhirnya, kemarin malam, penyitaan dilakukan oleh penyidik Subdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Sumsel.

“Mesin yang disita merupakan barang bukti untuk mengungkap kasus dugaan penggelapan yang dilakukan PT Maju Agro Lestari Emas. Sejauh ini, terlapor dan juga tersangka baru satu berinisial SK (Sadish Khumar) selaku pimpinan perusahaan tersebut,” katanya.

Terpisah, Kasubdit Keamanan Negara Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sutriyo menambahkan, modus yang digunakan tersangka yakni dengan membeli 27 item mesin. Namun, setelah mesih datang hingga saat ini telah digunakan untuk memproduksi kelapa sawit. Ternyata, tersangka tak kunjung melunasi mesin tersebut.

“Dari 27 Item mesin, baru 6 mesin yang kita lakukan penyitaan. Untuk 21 Item mesin lainnya belum disita, lantaran mengingat karyawan yang bekerja di perushaan tersebut. Jadi, sementara ini baru 6 mesin yang kita sita,” ungkapnya.

Ucap Sutriyo, saat melakukan penyitaan di lapangan, penyidik sempat mengalami sedikit kesulitan. Di mana dari pihak perusahaan menghalangi-halangi serta terkesan menutupi kasus ini. Meskipun demikian, penyitaan tetap dilakukan karena pihaknya telah mendapatkan alat bukti yang kuat dan telah memeriksa saksi-saksi.

“Sudah 12 saksi yang telah kita periksa. Penyitaan barang bukti yang kita lakukan menindaklanjuti laporan No : LP, B/433/X/2013 /Sumsel/Res OI tanggal 8 Oktober 2013. Selain itu berdasarkan surat penyitaan dari Pengadilan Kayu Agung No :01/Pen.Bid/2015/PN Kayu Agung tanggal 12 Januari 2015. Serta surat persetujuan penyitaan Pengadilan Negeri Palembang No : 97/Pen.Pid/2015/PN PLG tgl 19 Januari 2015. Untuk tersangka memang belum dilakukan penahanan, dalam waktu dekat yang bersangkutan segera kita periksa dengan status tersangka,” tukasnya.

 

TEKS       : OSCAR RYZAL
EDITOR   : JUNAEDI ABDILLAH




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *