Antisipasi Oknum Kepala KUA “Nakal”, KUA Wajib Dokumentasikan Pernikahan

Ilustrasi Nikah | Dok KS

Ilustrasi Nikah | Dok KS

MUARAENIM – Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Muaraenim dengan tegas membuat aturan kepada seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Muaraenim agar mendokumentasikan setiap pernikahan di Kantor KUA.

“Jika masyarakat melakukan pernikahan di Kantor KUA harus ada bukti foto atau dokumentasi minimal sebanyak empat kali. Hal ini, untuk mengantisipasi adanya oknum kepala KUA nakal untuk mencari keuntungan pribadi,” tutur Kepala Kemenag, Arkhan Nurwahiddin melalui Kasubag TU Kemenag Muaraenim, H Deni Priyansah, kemarin.

Untuk nikah di Balai Nikah KUA, kata dia, tidak dipungut biaya alias gratis. Sedangkan untuk warga yang akan nikah di luar kantor KUA tetap dikenakan tarif yang berlaku. Sesuai dengan aturan yang belaku, uang hasil pencatatan nikah yang terkumpul, akan dikembalikan lagi ke KUA baru ke penghulu.

“Jangan ada pernikahan di luar kantor, tetapi dikatakan nikah di kantor. Nah ini yang kena Kepala KUA-nya. Besaran tarif nikah diluar KUA Rp600 ribu rupiah di setor melalui Bank yang ditunjuk,” jelasnya.

Setelah masuk ke rekening bank, uang untuk biaya pencatatan nikah di luar gedung KUA dan di luar jam kerja itu masuk dalam kas Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Dana pengembalian itu diantaranya digunakan untuk transport dan jasa profesi penghulu.

Deni menuturkan bagi masyarakat yang tidak ingin keluar biaya untuk pencatatan nikah, bisa memanfaatkan gedung atau balai nikah di KUA dan pada jam kerja. Penggratisan biaya nikah juga dilakukan untuk seluruh lapisan mayarakat.

Dikatakannya, dengan berlakunya PP Nomor 48 Tahun 2014 yang membebaskan tarif biaya nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) membuat jumlah pernikahan di laksanakan di KUA kecamatan di Kabupaten Muaraenim meningkat.

Peraturan tersebut menyangkut tentang ketentuan tarif/biaya nikah, yang kini tidak boleh dipungut, untuk meringankan beban masyarakat terutama yang akan melangsungkan pernikahan.

“Dengan adanya peraturan tersebut harus disambut positif oleh masyarakat, dan membuat jumlah pernikahan di balai nikah KUA meningkat,” pungkasnya.

 

TEKS          : SISWANTO

EDITOR      : FJ ADJONG




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *