12 Warga OI Terserang DBD

Salah satu pasien DBD saat menjalani perawatan di Puskesmas Indralaya. | Dok KS

Salah satu pasien DBD saat menjalani perawatan di Puskesmas Indralaya. | Dok KS

INDERALAYA – Musim pancaroba tampaknya sudah memberikan dampak negatif terhadap masyarakat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir (OI), sepanjang Januari 2015, sudah ada 12 warga terkena Demam Berdarah (DBD) yang ditimbulkan dari serangan nyamuk aedes aegepty.

Angka tersebut, tersebar di beberapa Puskesmas yang yang ada di-16 Kecamatan dalam lingkungan Kabupaten OI, terbanyak yakni di Puskesmas Indralaya yang mencapai 6 pasien kasus DBD, sisanya di Puskesmas Rambang Kuang. “Umumnya warga yang terjangkit gejala DBD merasakan keluhan pusing, demam disertai tumbuhnya bintik-bintik merah pada bagian tubuh,” ujar dr Merry selaku petugas Medis Puskesmas Indralaya, kemarin.

Dikatakannya, hari ini saja (kemarin, red) sudah ada 2 orang pasien kasus DBD yang rata-rata masih dibawah umur. “Setelah kita lakukan tes uji Lab. Hasilnya, positif terjangkit DBD. Selanjutnya, dirujuk ke Rumah Sakit yang ada di Palembang,” ujar dr Merry.

Sementara itu, menurut Kasi Pemberantas Penyakit Dinkes OI, Herry SKM, pihaknya telah mengantisipasi ancaman penyakit yang ditimbulkan dari serangan nyamuk aedes aegepty dengan cara rutin melakukan fogging (pengasapan) di wilayah yang disinyalir tempat berkembangnya nyamuk DBD seperti di Kelurahan Indralaya Mulya, Desa Payaraman, Desa Tembedak, serta Desa Betung Kecamatan Lubuk Keliat. “Selain itu, kita pun membagi-bagikan serbuk abate. Koordinasi pihak Puskesmas melalui program Menutup, Menguras, Mengubur (3M),” ujarnya.

Sambung Herry, pihaknya menghimbau kepada warga masyarakat Kabupaten OI, jika mengalami keluhan-keluhan seperti pusing disertai demam agar segera berobat ke Puskesmas terdekat. Selain itu, ia juga menghimbau kepada warga masyarakat untuk menjaga lingkungan melalui program 3 M. “Iya, itu tadi untuk menekan meningkatnya jumlah angka kasus DBD di wilayah Kabupaten OI melalui program 3 M,” ujarnya.

 

EDITOR    : IMRON SUPRIYADI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *