Prilaku Buruk Masyarakat dan Hujan Tinggi, Ruas Jalan Cepat Rusak

PALEMBANG – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pengelolaan Sumber Daya Air (PUBM dan PSDA) Palembang, Darma Budhy menyebut, salah satu penyebab jalan di Metropolis cepat rusak, adalah prilaku buruk oknum masyarakat yang melintasi ruas jalan yang baru dibangun. Padahal belum kering.

Budhy mengatakan, setiap pembangunan jalan, sekurang-kurangnya membutuhkan waktu selama 21 hari untuk proses pengerasan. Apabila, kurang dari waktu tersebut, jalan sudah di lalui masyarakat. Maka, jalan cepat rusak.

“Nah, prilaku masyarakat kita, setiap ada bangunan jalan baru berumur 2-3 hari, jalan sudah di lalui, terutama pembangunan jalan di pemukiman padat penduduk,”ungkapnya, belum lama ini.

Budhy berharap prilaku buruk oknum masyarakat tersebut dapat diminimalisir. Sehingga ketahanan jalan dapat berlangsung lama. Karena, saat ini ketahanan jalan di Palembang rata-rata hanya 6 tahun saja.

“Ketahanan jalan dengan bahan aspal lebih kurang 1 tahun, sementara untuk jalan menggunakan cor beton lebih lama. Dengan tidak melintasi jalan yang baru dibangun, mudah-mudahan ketahanan jalan dapat berlangsung lama, artinya tidak mudah rusak,”imbuhnya.

Selain itu, sambung Budhy penyebab jalan mudah rusak lainnya adalah faktor cuaca. Menurutnya, apabila hujan tinggi dan air menggenangi jalan, maka jalan mudah terkelupas.

“Kalau faktor alam, tidak bisa kita hindari,”katanya.

Budhy menambahkan, kegiatan pembangunan maupun perbaikan jalan, tahun 2015 ini lebih kurang 300 kegiatan, yang tersebar di 16 Kecamatan di Kota Palembang, dengan dana Rp 90 miliar yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Palembang tahun 2015.

“Pembangunannya kebanyakan menggunakan cor beton, sementara kawasan yang paling banyak dibangun adalah, Sukarame dan Alang-Alang Lebar (AAL),” tutupnya.

 

TEKS        : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL


TAG


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *