PHRI Minta Pemerintah Kurangi Razia Hiburan Malam

Ilustrasi Razia Hiburan Malam | Foto :Bagus Kurniawan

Ilustrasi Razia Hiburan Malam | Foto :Bagus Kurniawan

PALEMBANG – Ketua Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel, Herlan Aspiudin berharap, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dapat menurunkan pajak hotel sebesar 20 persen serta memperbolehkan operasional tempat hiburan saat bulan Suci Ramadhan.

“Selain itu, kami juga meminta agar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Palembang, mengurangi razia hiburan malam. Karena hal itu berdampak pada kunjungan wisata di kota ini,”ungkapnya, usai pertemuan pengusaha hotel, hiburan dan restoran dengan Plt Wali Kota Palembang, membahas setoran pajak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palembang, berbasis teknologi, di Hotel Amaris, Kamis (29/1).

Herlan mengatakan, adanya razia rutin yang dilakukan Satpol PP, dan akhirnya menjadi konsumsi publik, membuat pendapatan pihak pengusaha hotel maupun hiburan menurun drastis.

“Kalau masuk media cetak maupun elektronik tentang razia itu, pengaruhnya kepada pengunjung,”katanya.

Dia berharap, pajak hotel disamakan dengan pajak restoran yakni 10 persen untuk memberikan kenyamanan pihak pengusaha hotel yang ada di Palembang.

“Saat ini pajak hotel 30 persen. Yah kami minta disamakan. Kalau DPRD Palembang dan Pemkot Palembang membahasnya bersama. Peraturan Daerah (Perda) tentang hotel bisa dirubah,”ujarnya.

Sementara itu, Plt Wali Kota Palembang, Harnojoyo dengan lantang mengatakan, menolak permintaan pihak PHRI Sumsel soal penurunan pajak hotel, karena akan memberatkan dan bisa merusak aturan yang sudah diterapkan sejak lama.

“Permintaan penurun pajak itu sulit dilakukan, karena sudah diatur dalam Perda,” ujarnya.

Sementara untuk razia tempat hiburan, sambung Harnojoyo akan dikurangi.

“Kedepan razia dikurangi, karena bukan berarti setiap tempat hiburan itu negatif, bisa saja tempat hiburan untuk menyegarkan diri,” cetusnya.

Harnojoyo menambahkan, investasi di Kota Palembang maju pesat, hal itu terbukti menjamurnya hotel berbintang, hingga tempat hiburan berbasis keluarga atau karaoke.

“Pertemuan yang kami lakukan ini untuk mencari solusi PAD, kita minta pengusaha memperbaiki pajak mereka dengan menggunakan Informasi dan Teknologi (IT) yang mulai diterapkan Pemkot Palembang,” tutupnya.

 

TEKS        : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *