MUI Himbau “Penjagal” Sembelih Hewan Sesuai Syariat

Lahat – Komite Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cabang Lahat, meminta agar para “penjagal” pemotong hewan yang dihalalkan secara baik dan benar, sesuai dengan syariat dan ajaran Islam.

Ketua MUI Kabupaten Lahat, Drs H Zulkiah A Kohar, menekankan, setiap proses penyembelihan hewan harus dilakukan secara baik. tata cara ini diminta, demi untuk memastikan kehalalan hewan tersebut untuk dikonsumsi, yang tentunya sesuai dengan ajaran serta syariat agama Islam.

”Sebenarnya semua hewan yang dihalalkan oleh agama Islam itu layak untuk dimakan. Kecuali hewan yang matinya tidak wajar. Seperti mati karena dicekik, masih berdarah saat dikonsumsi, atau yang mati terpaksa, dan masih banyak lagi contoh contoh hewan yang mati dengan tidak wajar itu”, kata Zulkiah saat melakukan sosialisasi kepada sejumlah penjegal yang ada di Kota Lahat khususnya.

Acara tersebut dibuka langsung Wakil Bupati Lahat, MarwanMansyur, SH, MM dan dihadiri oleh anggota forum komunikasi pimpinanan daerah,serta puluhan masyarakat penjegal hewan.

Terlebih lagi, lanjut dia, jika hewan tersebut sudah menjadi bangkai, yang dalam artian mati karena tidak diketahui penyebabnya. Walaupun kondisinya masih segar, maka besar kemungkinan daging nya sudah tidak higenis lagi.

“Apalagi jika kondisi dagingnya sudah nampak rusak (berbau tak segar, red),” ujar Zulkiah.

Dalamkata pembukaannya, Marwan mengucapkan terima kasih kepada MUI Lahat atas sosialisasi tersebut.

Menurutnya, tujuan dari pada sosialisasi ini adalah untukmenuju cara aman dari segala macam bakteri, sehat untuk dikonsumsi, utuh tidak bercampur daging yang rusak, dan halal menurut ajaran syariat agama Islam(ASUH).

”Itu, yang benar benar bersih dari segala hal hal yang mengharamkan daging hewn untuk dikonsumsi. Untuk itu, kami bergarap agar sosialisasi ini dapat menambah wawasan bagi para penyembelih hewan yang ada di Kabupaten lahat. Ke depan supaya dapat dilaksanakan semua, atas apa yang disampaikan oleh MUI pada hari ini. Sekali lagi, kepada nara sumber, kami mita agar memberikan informasi yang sebenarnya sesuai ajaran Islam kepada peserta sosialisasi ini,” jelas Marwan.

 

TEKS             : JUMRA ZEFRI

EDITOR         : FJ ADJONG




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *