Faridah VS Kasir ‘Berebut’ Harta Gono Gini Senilai 7 Miliar lebih

Ilustrasi Warisan | Ist

Ilustrasi Warisan | Ist

LUBUKLINGGAU – Tim eksekusi Pengadilan Agama Lubuklinggau ,Kamis (29/1) sekitar pukul 11.00 WIB, mengecek item-item gugatan harta gono gini yang digugat Faridah dengan kuasa hukum Yasin kepada mantan suaminya (tergugat) Kasir, dengan kuasa hukum Daud, yang perceraian keduanya sudah diputus Pengadilan Agama Lubuklinggau.

Harta gono gini yang digugat diantaranya Toko Meubel Tirta Kencana yang beralamat di Jalan Jendral A Yani Kelurahan Megang Kecamatan Lubuklinggau Utara II, kemudian gudang penyimpanan barang, sebuah rumah di Jalan Rambutan Kelurahan Ponorogo Lubuklinggau Utara II.

Pantauan Kabar Sumatera, pengecekan harta gono gini ini sempat menarik perhatian warga sekitar dan pengendara yang melintasi jalan A Yani Kelurahan Megang Kecamatan Lubuklinggau Utara II, tak terjadi ketegagangan yang berarti dalam pengecekan ini, namun cek cok mulut dan suasana memanas sempat mewarnai jalanya penghitungan item gugatan.

“Yang penting saya tidak bohong (jumlah barang yang digugat),” ketus penggugat Faridah dihadapan tim eksekusi Pengadilan Agama (PA) dan kuasa hukum keduanya saat penghitungan jumlah harta gugatanya.

Sementara, tergugat, meminta agar tim esekusi PA dan kuasa hukum teliti menghitung barang-barang yang menjadi item gugatan penggugat, sebab tidak sebagian barang di toko milik distributor/sales.

“Nota-nota, kwitansi-kwitansi sudah dikumpulkan, supaya tidak salah catat item-item yang digugat,” kata Kasir kepada tim eksekusi dan kuasa hukumnya.

Tim eksekusi dari Pengadilan Agama Lubuklinggau, didampingi tergugat Kasir dan pengacaranya, Daud, serta penggugat, Faridah bersama pengacaranya,Yasin, menghitung satu per satu item yang masuk dalam daftar gugatan, seperti 10 kodi seng 5 kaki dan 6 kaki, pipa, paku dan alat-alat bangunan lainya.

Penghitungan item-item gugatan ini memakan waktu yang sangat lama, mengingat total gugatan lebih kurang Rp7 miliar terdiri dari rumah, toko meubel, dan beberapa harta lainya.

Salah satu penjual makanan dekat Toko Meubel Tirta Kencana, yang minta namanya dirahasiakan menuturkan penggugat dan tergugat, memang sudah lama bercerai dan keduanya sudah menikah lagi.

Saat berhasil diwawancara Kabar Sumatera, Faridah menerangkan awalnya ia tidak menggugat mantan suaminya tersebut, karena dia mengajak untuk berdamai.

Namun,sejak mantan suaminya menikahi anak supir mebelnya,dan banyak harta dialihkan ke Simpang Nibung, sejak itulah ia menggugat seluruh hartanya.

” Saya membuka usaha itu, dari zaman Soeharto dengan modal Rp10 juta, kemudian kemarin untung Rp17 Miliar, dan terakhir Rp13 Miliar. Setelah perceraian tahun 2013, utang-utang dibayar bedua dia 25 persen saya 75 persen, banyak harta yang sudah dia jual salah satunya mobil kijang,” paparnya.

Diterangkanya, harta gono gini yang digugatnya,lima toko meubel didua tempat beserta isinya ditotalkan lebih dari Rp2,6 Miliar, kemudian parabotan rumah seharga Rp75 juta.

 

TEKS        : SRI PRADES

EDITOR     : FJ ADJONG

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *