BJB Pasang Target DPK Rp 260 Miliar

Bank BJB

Ilustrasi Bank BJB

PALEMBANG – Bank Jawa Barat (BJB) Cabang Palembang mencatat sampai akhir 2014 lalu berhasil menghimpun total Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 142,7 miliar. Hasil ini berprogres positif dari tahun sebelumnya dengan peningkatan sebesar 10 persen.

“Akhir 2014 lalu DPK kami capai Rp 142,7 miliar, rinciannya 65 persen dari deposito, 20 persen dana murah dan sisanya simpanan lainnya,” kata Branch Manajer BJB Palembang, Totong Setiawan, Kamis (29/1).

Ia mengakui potensi bisnis perbankan sangat besar sekali di Sumsel. Untuk itu kedepannya, pihaknya akan menaikkan lagi target DPK nya menjadi Rp 260 miliar.

“Kalau Bank lain pada menurunkan, kita malah menaikan target DPK. Ini dikarenakan dari pembagunan yang terus dipacu oleh Pemda, sepertinya semakin menarik saja Palembang ini untuk ladang bisnis, baik penduduk setempat maupun pendatang. Tentunya dari setiap aktivitas, mau tak mau kami akan dibutuhkan sama mereka,” ujarnya.

Dia mencontohkan, jika Tanjung Api-api (TAA) benar-benar sudah beroperasi, pembangunan Palembang akan pesat sekali bahkan bisa menyalip Kota Medan.

Peran BJB sendiri akan mendukung even-even yang hadir di Sumsel. Dan juga pembiayaan-pembiayaan pembangunan disektor produksi. Meski demikian pihaknya belum akan membuka counter baru di Sumsel. BJB akan tetap fokus membangun brand image agar lebih dikenal lagi oleh masyarakat.

“Untuk saat ini, lebih pas tidak dengan membuka outlet. Kami berencana akan mengkedepankan mobil layanan. Maka dengan satu kantor saja bisa bersinergi, untuk dapat membantu masyarakat dengan menambah ragam pilihan alternative untuk kebutuhan perbankan,” kata Totong.

Di tahun 2015, pihaknya lebih rinci tetap akan fokus untuk penghimpunan dana masyarakat khususnya dana murah. Namun tidak menutup kemugkinan untuk tetap menambah himpunan deposito, giro, serta penyaluran kredit.

Gejolak ekonomi yang terjadi di tahun-tahun ini menurutnya hanya akan berdampak besar bagi pemegang uang yang besar. Untuk yang berduit sedikit hal itu tidak terlalu berpengaruh. Untuk itu pihaknya akan memaksimalkan kesempatan dengan menghimpun dana murah, diantaranya dengan menyasar sekolah-sekolah.

“Fokus kita ke dana murah, lewat sekolah, edukasi dan buka tabungan SD, SMP, SMA,” tambahnya.

Totong menambahkan, di tahun 2014 pihaknya telah menyalurkan kredit sebesar Rp 317,4 miliar dengan LDR Rp 116,08miliar dan NPL 0 persen.

“Tahun ini penyaluran kredit ditarget Rp 360 miliar, dengan sasaran lebih ke korporasi dan retail,” tukasya.

 

TEKS        : AMINUDDIN
EDITOR     : RINALDI SYAHRIL


TAG


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *