Sumatera Selatan Dihantui Bencana Alam

PALEMBANG – Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), termasuk daerah yang tidak lepas dari bencana alam. Apalagi ketika musim hujan seperti saat ini, bencana alam seperti banjir, longsor serta puting beliung. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Yulizar Dinoto saat diwawancarai di kantornya, Rabu (28/1).

Menurut Yulizar, berdasarkan hasil pemetaan, terdapat delapan Kabupaten/Kota yang berpotensi sangat terjadinya longsor. Yaitu, Musirawas (Mura), Lubuklinggau, Lahat, Empatlawang, Pagaralam, OKU, OKU Timur, dan OKU Selatan.

Daerah itu rata-rata merupakan dataran tinggi, sehingga jika hujan dengan kapasitas besar turun, akan berakibat bergesernya tanah sehingga menyebabkan longsor.

“Ini sangat berbahaya. Di Januari ini saja ada beberapa kejadian longsor di Sumsel. Seperti, di Muba tepatnya di Desa Lumpatan berupa longsor turap mengakibatkan dua Kepala Keluarga (KK) menjadi korban,” jelas dia.

Selain itu ada juga longsor di Dempo Selatan, Pagaralam tepatnya di Desa Kance Diwe yang melanda sawah kekeringan 50 hektar. Pihaknya sudah menanggulangi bencana longsor dengan menggerakkan BPBD di Kabupaten/Kota setempat.

“Kami sudah memberikan stok bantuan baik makanan, peralatan, hingga sandang ke tiap BPBD di kabupaten/kota. Karenanya kami sudah mengatasi bencana terlebih dahulu saat kejadian terjadi,” ungkap Yulizar.

Selain longsor, diketahui, di Sumsel ada 12 daerah yang sangat rawan berpotensi banjir yakni Musi Banyuasin, Banyuasin, Palembang, Muara Enim, Ogan Ilir, OKU Timur, OKU, OKI, Prabumulih, Musi Rawas, PALI, dan Muratara.

“Jadi ada lima Kabupaten/Kota selain ini, yang sedikit bebas berpotensi banjir. Banjir di daerah ini sering terjadi saat masuk musim penghujan. Setiap ada kapasitas hujan sedang hingga tinggi maka akan terjadi genangan dan mengakibatkan banjir di daerah tersebut,” beber Yulizar.

Bagaimana keadaan stok yang dimiliki BPBD Sumsel? Ia menjelaskan, setiap tahunnya BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana, selalu memberikan bantuan bencana berupa peralatan dan bahan makanan. Bantuan ini diserahkan kepada BPBD Sumsel untuk dibagikan ke setiap kabupaten/kota yang daerahnya mengalami bencana.

“Stok kami ini ada banyak di gudang. Stok ini selalu disimpan dan segera disalurkan jika terjadi bencana. Stok yang ada baik bahan makanan ataupun peralatan,” kata dia.

“Kita menyediakan semua keperluan yang dibutuhkan tiap kabupaten/kota. Semua daerah langsung kami serahkan bantuan. Stok yang ada tidak akan kadaluarsa karena masa kadarluarsanya terus dicek. Dan stok ini tidak akan diganggu hewan kecil karena semuanya dimasukkan kedalam kontainer,” terang Yulizar.

Ada juga stok beras namun untuk bantuan yang satu itu dikendalikan oleh Dinas Sosial Sumsel dan Dinas Ketahanan Pangan (BKP) Sumsel. Diketahui, ada 75 ton persediaan beras khusus bencana yang disiapkan BKP Sumsel dan 50 ton disiapkan Dinsos Sumsel.

“Sebelum bencana tiba, tiap kabupaten/kota diberikan stok sebanyak 5 ton. Bantuan-bantuan ini diberikan BNPB melalui analisa yang dilakukan dan melihat potensi bencana di tiap provinsi. Bantuan ini bukan dalam bentuk uang, namun dalam bentuk bahan makanan dan peralatan,” pungkasnya.

 

TEKS       : IMAM MAHFUZ
EDITOR   : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *