”Lakukan Pungli Jelang UN, Siap-Siap Dipecat”

LUBUKLINGGAU – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2015 kurang dari 80 hari lagi. Seluruh sekolah mulai menyiapkan berbagai persiapan salah satunya jam tambahan mata pelajaran yang di UN-kan.

Para kepala sekolah (Kasek) SMA/SMK, SD dan SMP se-Kota Lubuklinggau diperingatkan untuk tidak mengambil pungutan satu sen-pun pun kepada peserta didiknya dalam melaksanakan jam tambahan mata pelajaran UN. Imbauan ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Lubuklinggau, H Mustopa Yusup saat dibincangi Kabar Sumatera, di ruang kerjanya, belum lama ini.

Pihaknya mengancam akan memberikan sanksi tegas berupa pemecatan, apabila ada kepala sekolah (Kasek) meminta pungutan liar pada penerapan jam tambahan menjelang UN.

Ia juga meminta para kasek agar memberikan waktu yang banyak kepada guru untuk memberikan jam tambahan. “Jam tambahan boleh, tapi jangan dipungut biaya, biaya jam tambahan boleh gunakan dana BOS, kalau terjadi ada sanksi tegas, bisa jadi akan ada pemecatan kepala sekolah,” tegasnya.

Terhadap jumlah peserta UN, Mustopa menegaskan, hal itu akan diketahui saat pembagian nomo ujian. “Ketahuan berkurang atau tidaknya peserta UN 2015, bakal terbuka pada saat pembagian nomor dan pelaksanaan UN. Dan alau masalah penentu kelulusan, belum pasti. Wacana memang ada UN dilaksanakan, namun sekolah sebagai penentu, tapi POS-nya belum ada,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kurikulum bidang Dikmen, Puji Purnama menerangkan jadwal sementara pelaksanaan UN tingkat SMP/Mts pada 4-8 Mei 2015,SMA/SMK/MA 14-16 April 2015 sedangkan SD dilaksanakan 27-29 April.

Ditanya mengenai wacana Kementrian Kebudayaan yang memutuskan penentu kelulusan di 2015 berada ditangan sekolah atau bukan UN, sampai saat ini belum ada kepastian. “Proses apakah UN menentukan kelulusan atau tidak belum ada kepastian. Edaran menteri nomor 144 Oktober lalu, masih mengatur kelulusan ditentukan nilai sekolah 50 nilai UN 50 nilai sekolah didapat dari nilai raport dan ujian sekolah,” kata Puji.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan, peserta UN tingkat SMA sebanyak 2.683, SMK 1049,MA 499, SMP 3802 MTs 451, SD 4.162. Sedangkan Madrasah Ibtidayah (MI) masih menunggu dari Kemenag Lubuklinggau.

 

TEKS      : SRI PRADES

EDITOR  : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *