Direktur PT Batara Panca Multi H Jadi Tersangka

– Pengadaan Alat Multimedia Rp 1,8 Miliar

LUBUKLINGGAU – Kejaksaan Negeri Lubuklinggau menetapkan Kepala Dinas Pendidikan Lubuklinggau, inisial MY, selaku kuasa pengguna anggaran, dan Asep Herdina sebagai Kepala Bidang Program dan Pejabat Pembuat Komitmen, serta direktur PT Batara Panca Multi H, inisial Yanheri, selaku rekanan menjadi tersangka dugaan mark-up pengadaan alat multimedia SMA/SMK tahun anggaran 2014.

“Dugaannya markup pengadaan alat multimedia,diantaranya laptop, monitor, infocus, mobiler dan CPU-CPU SMA SMK tahun anggaran 2014 dengan total anggaran Rp1,8 miliar,” kata Kasi Intel Kejaksanaan Negeri Lubuklinggau,Wilman Ernaldi saat konfrensi pers,Rabu (28/1).

Ketiga tersangka belum dilakukan penahanan,karena masih menunggu pengembangan keterangan dari saksi-saksi.

Dikatakanya, dari perkembangan penyelidikan berkesimpulan dengan sudah cukup alat bukti untuk dinaikan ke penyidikan,Kejaksaan Negeri Lubuklinggau menerbitkan surat penyidikan, nomor Prin 02/N.VI.XVI/ FD.1/01/2015 tersangka MY selaku Kadisdik dan pengguna anggaran, Prin 03//N.VI.XVI/ FD.1/01/2015,tersangka AH Kabid Program selaku pejabat pembuat komitmen, dan prin 04/N.VI.XVI/ FD.1/01/2015 tersangka Yanheri sebagai direktur PT Batara Panca Multi H selaku rekanan.

Ia menyampaikan bakal ada tersangka baru, jika nanti ditemukan alat bukti yang cukup.

“Kemarin 12 orang yang sudah diperiksa pada penyelidikan, nanti mereka akan dipanggil lagi untuk pemberkasan dan sebagai saksi,” terang dia.

Ketiga tersangka tersebut dalam waktu dekat akan diperiksa ulang berikut dengan saksi-saksi. Kemudian untuk menghitung jumlah kerugian negera Kejari Lubuklinggau akan bersurat ke BPKP.

Para penyidik juga akan memanggil pihak-pihak terkait lainya seperti rekanan-rekanan yang pernah ikut tender proyek guna melengkapi permberkasan selanjutnya.

 

TEKS       : SRI PRADES

EDITOR   : FJ ADJONG




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *