70 Persen Perusahaan Abaikan K3

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

PALEMBANG – Kepatuhan perusahaan dalam menjamin Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) karyawan masih sangat rendah. Dari jumlah total perusaahan yang berdiri di Sumsel sebnayak 5830, baru 30 persen yang memenuhi K3 bagi karyawannya.

Kepala Seksi (Kasi) Norma Kerja Bidang Pengawasan Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Sumsel Sri Budi Wahyuningsih mengatakan, hingga saat ini masih ada 70 persen perusahaan yang belum melaksanakan K3 dengan baik.

“Ada 30 perusahaan yang laksanakan K3 tersebut adalah perusahaan skala besar, seperti Pertamina dan PT Pusri, sementara perusahaan kelas menengah lainnya belum laksanakan itu,” katanya, saat melakukan dialog bersama Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumsel, di Benteng Kuto Besak Restaurant, Rabu (28/1).

Sambung Sri, akibat perusahaan tidak melaksanakan K3 tersebut, angka kecelakaan kerja di Sumsel tergolong tinggi, hal itu harus menjadi tanggungjawab bersama, khususnya perusahaan.

“Dalam ketentuan Undang-undang (UU) Nomor 1 Tahun 1970, sudah diatur tentang K3 karyawan. Tapi, masih saja perusahaan melanggarnya. Perusahaan juga wajib membentuk Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan kerja (P2K3), terutama perusahaan yang memiliki potensi bahaya yang tinggi. Dalam hal itu perlu komitmen manajemen dan para pekerjanya,”dijelaskannya.

Sri menjelaskan, dalam P2K3 tersebut, harus ada ahli K3 yang memiliki sertifikasi dari Kemenakertrans. Sehingga, jika ada kecelakaan kerja ada penanggungjawabnya. Perusahaan harus menganalisa, mengapa kecelakaan kerja itu bisa terjadi.

“Perusahaan juga wajib melaporkan ke instansi terkait seperti Disnaker jika terjadi kecelakaan kerja, kalau tidak melaporkan maka ada sanksi, dan jika terbukti lalai bisa dia mendapatkan hukuman kurungan tiga bulan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua YLKI Sumsel, Taufik Husni mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap perusahaan. Sejauh mana perusahaan menerapkan K3 di perusahaannya.

“Kalau kita dapat laporan, akan diteruskan kepada Disnaker, jangan sampai kecelakaan kerja dibiarkan atau ditutupi,”tutupnya.

 

TEKS      : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *