Warga Sinar Rambang Geruduk Pemkot Prabumulih

Warga Sinar Rambang menggelar unjuk rasa didepan kantor  Walikota Prabumulih untuk menggugat PT BTK. | Dok KS

Warga Sinar Rambang menggelar unjuk rasa didepan kantor Walikota Prabumulih untuk menggugat PT BTK. | Dok KS

PRABUMULIH – Warga Sinar Rambang mendatangi Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih menuntut kejelasan pengelolaan blok minyak yang ada di Desa Sinar Rambang yang dilakukan PT Bumi Tata Khaltulistiwa (BTK), sebuah perusahaan yang mendapat kepercayaan dari PT Indo Spec.

Selama ini, warga Sinar Rambang merasa dilecehkan dan dipinggirkan oleh perusahaan yang mengeksplorasi sumber daya alam yang ada di daerah mereka. Tak ada putra-putra daerah (pribumi) yang diikutsertakan bekerja pada perusahaan tersebut dan semua keinginan yang disampaikan warga tersebut tidak pernah direalisasikan.

PT BTK dinilai kapitalis yang tidak mempunyai kepedulian terhadap masyarakat sekitar wilayah opersional, PT BTK tidak dapat menjalankan perintah PT Indo Spec dalam klausal yang disepakati bersama.

dimana PT. BTK tidak akan mampu untuk menjaga asset PT. Indo Spec karena tidak adanya dukungan dan jaminan keamanan dari masyarakt sekitar,

“PT BTK tidak pernah memberdayakan pekerja lokal sehingga masyarakat sekadar menjadi penonton tanpa dilibatkan secara langsung,” kata Desman, salah seorang warga yang berorasi di depan kantor Pemkot Prabumulih.

Dengan tidak dipenuhinya keinginan warga yang ingin bekerja di daerah eksplorasi minyak tersebut, maka warga Sinar Rambang yang tergabung dalam beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menggeruduk kantor Walikota Prabumulih di daerah Pangkul yang menuntut kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih agar dapat meninjau kembali izin lokasi PT Bumi Tata Khatulistiewa yang mengadakan aktivitas di daerah Sinar Rambang.

Pemerintah Kota Prabumulih yang diwakili Sekretaris Daerah akhirnya mengadakan pertemuan dengan dihadiri Wakil Walikota Ardiansyah Fikri, SH, Sekda Djoharudin Aini, Asisten I M Kowi, Asisten 3 M. Yusuf Arni, Kadis Pertambangan Junaidi, SIp, dan Kapolsek RKT Sutikto dan Camat RTK Toni Herlan.

Dalam pertemuan tersebut Pemerintah Kota Prabumulih merespon aspirasi warga karena tuntutan warga Sinar Rambang sesuai dengan visi, misi Pemkot Prabumulih yang mana setiap perusahaan yang bergerak di daerah Kota Prabumulih harus memberdayakan tenaga kerja lokal.

Pada pertemuan tersebut salah seorang warga bernama Yadi mengatakan bahwa perusahaan sudah terlalu banyak memberikan janji palsu agar warga tidak mengadakan unjuk rasa.

Tetapi karena banyak janji tersebut apalagi sudah melibatkan TNI dimana Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) nya tidak sama dengan warga sipil yang sangat jelas sekali bahwa tupoksi sipil dengan TNI berbeda, makanya untuk itu akhirnya warga Sinar Rambang akan mengadakan perlawanan sampai tuntutan kami dapat terpenuhi.

 

TEKS     : IRSAN MATONDANG

EDITOR  : FJ ADJONG




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *