Logam Mulia Sepi Peminat

PALEMBANG – PT Antam atau yang biasa disebut dengan PT Aneka Tambang, merupakan perusahaan pertambangan yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia, dengan mempunyai sebelas cabang di kota-kota besar, namun untuk di Palembang sendiri kurang diminati.

Ada beberapa faktor kurang minatnya masyarakat Palembang dengan Logam Mulia itu sendiri, dikarenakan memang masyarakatnya yang mungkin kurang suka, dan banyak memilih untuk membeli perhiasan.

“Kalau dilihat sih, memang masyarakat nya yang tidak suka beli mas logam mulia, tapi lebih pada keperhiasan, dan juga sepertinya kebanyakan dari masyarakat kurang minat kalau pembayaran cash, dan lebih suka dengan kredit, “ ujar Jarot Agung Wibowo, Marketing Representative Supervisor, Senin (26/1).

Bahkan, untuk program brangkas yang sudah dijalankan oleh Butik Emas Logam Mulia agar masyarakat lebih terjangkau pun, peminat nya hanya sedikit.

“Dari November tahun kemarin sampai sekarang peminat nya hanya 17 orang, kalau untuk yang cash lumayan, tapi juga pembelianya tidak banyak,” tambah Jarot.

Target 2015, sambung Jarot, dari tahun 2014 sampai 2015 ini penjualan bertarget 7 kilo emas per bulannya, tapi untuk di daerah Palembang sendiri memang sulit.

“Lalau mau ditargetkan susah, tapi kita tetap ada target satu bulan itu 7 kilo, tapi target itu tidak pernah lolos, paling-paling hanya 5-6 kilo perbulan itu pun tidak sering, keseringan malah di bawah itu 3-4 kilo,” ujarnya.

Pihaknya juga sudah mempromosikan produk-produk PT ATAM, dan sudah memindahkan lokasinya di tempat yang lebih strategis, tetapi memang dari pihak masyarakat Palembang sendiri yang kurang berminat.

Lain halnya di kota besar seperti Medan, produk logam mulia sangat di minati produk yang terjual bisa lebih dari 10 kilo perbulanya.

”Medan malah banyak peminatnya, karena setiap kota memang targetnya berbeda, dan Medan penjualanya sering melebihi target,” ungkap Jarot.

Harga emas logam mulia saat ini mengalami penurunan sejak Jumat lalu dengan penurunan Rp 1000 hingga Rp 2000 rupiah saja.

“Penjualan tahun kemarin dengan tahun ini masih tetap sama tidak ada peningkatan, malahan turun, tapi untuk berapa persennya saya tidak tau,” ucapnya.

 

TEKS        : YUNI DANIATI

EDITOR     : RINALDI SYAHRIL


TAG


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *