Harga Karet Anjlok, Petani Menjerit

Ilustrasi Karet | Dok KS

Ilustrasi Jual Beli Getah Karet | Dok KS

MUARAENIM – Para petani karet di Kabupaten Muaraenim gigit jari, karena harga karet semakin anjlok. Sedangkan harga sembilan bahan pokok (Sembako) mulai merengsek naik. Sekarang harga karet hanya berkisar Rp 4 ribu per kilogram.

“Kita bingung sekarang pak, harga karet kian jatuh. Sedangkan harga sembako mulai naik. Kalau seperti ini terus, bisa kelaparan kita,” keluh salah seorang petani karet di Kecamatan Ujan Mas, Waluyo (45), kepada Kabar Sumatera, kemarin (27/1).

Waluyo beserta petani karet lainnya mengeluhkan harga karet yang semakin tidak seimbang dengan harga sembako, sehingga mereka mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga mereka.

“Sekarang ini, untuk 1 kilogram beras, setara dengan 2,5 kilogram karet. Dimana karet hanya dihargai Rp 4 ribu per kilogram. belum lagi, harga sembako lainnya yang semakin tinggi,” terangnya.

Senada dituturkan petani karet lainnya, Anca (30) mengatakan, mereka selaku petani tidak tahu mengapa harga karet begitu anjlok. Bahkan, mereka bingung harus berbuat apa, terkait anjloknya harga karet.

Mereka berharap, kondisi seperti ini segera berlalu. Sehingga mereka bisa membiayai kehidupan keluarga dengan tenang. Serta hasil karet bisa ditabung untuk masa depan pendidikan anak.

“Kita berharap, semoga harga karet bisa kembali normal. Kita juga berharap, pemerintah melakukan pengawasan. Sehingga harga karet tidak sewenang-wenang di turunkan oleh tengkulak atau toke,” harapnya.

 

TEKS       : SISWANTO

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *