Dirut Serobot Tanah Senilai Rp 6,5 Milyar

PALEMBANG – Tidak terima tanahnya senilai Rp 6,5 Milyar telah diserobot oleh Hr (50), yang merupakan seorang Direktur perusahan disalah satu kota Palembang, Liong Kong Fo (36) mendatangi Sentral pelayanan kepolisian (SPKT) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (26/1).

Warga Jalan Letnan Jaimasan, Kelurahan Sei Pangeran, Kecamatan Ilir Timur I Palembang ini, melaporkan Hr setelah tanah keluarganya yang berada di Desa Gasing Talang Kelapa Banyuasin, dijadikan tempat penimbunan batubara.

Atas kejadian itu, pemilik tanah bernama Wiet Soegito (71) menderita kerugian senilai Rp 6,5 Milyar. Wiet pun berharap, polisi bisa mencari keberadaan Hr dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku.

Tertera dalam surat laporan, Liong yang diberi kuasa oleh Wiet untuk melaporkan kejadian ini mengatakan Wiet memiliki sebidang tanah seluas 26 hektar di lokasi kejadian.

Kepemilikan tanah dibuktikan dengan adanya Sertifikat Hak Milik (SHM) yang beratas namakan Wiet.

Karena tinggal jauh dari keberadaan tanah, lanjut Liong, Wiet hanya sesekali melihat keadaan tanahnya. Ia sangat terkejut saat melihat tanahnya sudah dijadikan lokasi penimbunan batubara sejak April 2012.

Padahal, sejak merasa memiliki tanah itu, Wiet tidak pernah mengizinkan atau ada orang yang meminta izin untuk menjadikan tanah itu lokasi penimbunan batu bara.

Akibat kejadian itu, dikatakan Liong, Wiet menderita kerugian senilai Rp 6,5 milyar lebih. Liong juga berharap aktifitas penimbunan batubara dihentikan di atas tanah milik Wiet.

“Setelah kami mencari tahu siapa pemilik timbunan itu, dapatlah nama Hr yang setahu kami berstatuskan direktur suatu perusahaan. Kami juga menduga ia sudah menggunakan sertifikat palsu untuk menjadikan tanah itu sebagai lokasi penimbunan batubara,” kata Liong, seperti tertera di surat laporan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumsel, Komisris Besar Polisi (Kombes Pol) R Djarod Padakova, sudah menerima laporan itu. Baik pelapor dan saksi sudah diminta keterangan, begitu juga dengan bukti yang sudah didalami oleh penyidik.

“Kita akan mencari keberadaan terlapor untuk dimintai keterangan. Jika memang bersalah, akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tukas Djarod.

 

Teks     : Oscar Ryzal

Editor    : Junaedi Abdillah

 


TAG


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *