Diduga Korsleting Listrik, Rumah Panggung Ludes Terbakar

Api saat menlahap rumah Lasmi yang saat itu dalam keadaan kosong. | Dok KS

Api saat menlahap rumah Lasmi yang saat itu dalam keadaan kosong. | Dok KS

INDERALAYA – Diduga akibat konsleting listrik, sebuah rumah panggung milik Lasmi (60) warga Kampung I Desa Talang Balai II, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Selasa (27/1) sekitar pukul 08.30 WIB, ludes terbakar.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut lantaran rumah yang terbakar dalam keadaan kosong. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Informasi yang dihimpun, pagi itu penghuni rumah Lasmi (60) dan anaknya Ermi Susmita (36), sedang pergi ke Pasar Tanjung Raja untuk membeli keperluan sesuatu.

Diduga karena konsleting listrik, api tiba-tiba muncul dibagian atap rumah dan langsung membesar. Api lalu menjalar-jalar kebagian dinding lainnya.

Hanya hitungan menit, api langsung menghanguskan hampir seluruh bagian rumah dan perabotan rumah tangga. Tidak satupun yang berhasil di selamatkan, sehingga kerugian ditaksirkan mencapai Rp 150 juta.

Camat Tanjung Raja, Benhur Sayuti juga berada di lokasi, menurutnya, dari hasil keterangan warga, kebakaran rumah Lasmi ini, karena diduga konsleting listrik dan kerugian  diatas Rp 100 juta.

“Ya, api diduga akibat dari adanya konsleting listrik. Penghuni tidak ada dirumah. Untuk kerugian ditaksir mencapai Rp 100 juta, karena seluruh perabot rumah tangga ludes terbakar,” tuturnya.

Kepala PBK, Pemkab OI, A Siregar mengatakan,  saat menerima informasi adanya kebakaran, pihaknya langsung menerjunkan dua armada PBK.

“Alhamdulilah, api bisa dikuasai dalam hitungan menit, sehingga api tidak menjalar kerumah penduduk lainnya,’’ jelasnya.

Sementara akibat musibah kebakaran, arus lalu lintas  Inderalaya –Kayuagung sempat mengalami kemacetan, karena rumah yang terbakar berada di pinggir jalan. Ribuan warga menyaksikan kobaran api, hingga sampai  menutup jalan.

Petugas Lantas Polres OI, langsung mengurai kemacetan agar tidak terjadi kemacetan panjang.

 

Teks    : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *