Amdal Perkebunan Sawit Dikaji Ulang

KAYUAGUNG – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) akan segera mengkaji ulang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) milik perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ada di Kabupaten OKI.

Hal ini dilakukan menyusul banyaknya laporan dan keluhan dari masyarakat terkait limbah perkebunan kelapa sawit dan dampak lingkungannya.

Kepala BLH OKI, Ambia AB mengatakan, pihaknya akan segera melakukan investigasi terkait banyaknya laporan dari masyarakat dan beberapa pemberitaan di media massa mengenai dampak lingkungan yang disebabkan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit.

“Kita akan bertindak tegas terhadap perkebunan kelapa sawit yang tidak sesuai dengan Amdal,” katanya belum lama ini

Ambia juga mengatakan kalau pihaknya sudah mendengar laporan terkait banyak warga yang mengalami gagal tanam akibat saluran irigasi perusahaan perkebunan yang tidak sesuai dengan Amdal.

“Kita akan kaji ulang amdal perkebunan sawit yang beroperasi di Kabupaten OKI, dan akan kita cek apakah sudah sesuai atau tidak,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah mendengar kalau ada perusahaan perkebunan yang ikut andil dalam pencemaran air sungai yang ada di OKI bahkan dirinya mengakui kalau mau diteliti banyak sungai di OKI yang sudah tercemar akan tetapi itu bukan hanya disebabkan oleh limbah perusahaan juga banyak faktor lain seperti limbah rumah tangga dan sebagainya.

“Untuk itu tahun ini kita prioritaskan program untuk melakukan penelitian karena air ini hal yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat,” jelasnya.

Menurut Ambia, setidaknya terdapat sekitar 15 persen perusahaan perkebunan sawit yang dinilainya membandel dan tidak pernah membuat laporan terkait permasalahan lingkungannya.

“Bagi perusahaan yang sudah memiliki izin lingkungan harus membuat laporan persemesternya akan tetapi ada sekitar 15 persen perusahaan yang sama sekali tidak pernah membuat laporan,” ujarnya tanpa menyebut nama-nama perusahaan tersebut.

Ambia menambahkan, sejauh ini pihaknya terus melakukan pembinaan terhadap perusahaan perkebunan yang beroperasi di OKI.

“Kalau memang ada yang kurang kita selalu menegur agar mereka memperbaikinya, jangan sampai masyarakat yang dirugikan,” jelasnya.

 

TEKS         : DONI AFRIANSYAH

EDITOR      : FJ ADJONG

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *