Uniknya Si Motor Antik Nan Jadul

Seta Dan Toing Jadul, Pecinta Motor antik Nan Jadul | Foto : Ferry Hotman

Seta Dan Toing Jadul, Pecinta Motor antik Nan Jadul | Foto : Ferry Hotman

Melihat kian pesatnya kemajuan zaman dan teknologi terutama di segi otomotif, Toing berusaha menciptakan bengkel sepeda motor antik. Bengkel ini pun khusus melayani gaya dan desain yang bervariasi serta modern. Soal konsumen? Jujur saja, cukup berlimpah.

“Tapi, sangat berbeda dengan motor antik, walaupun telah dimakan zaman, masih banyak di gemar orang baik dari kalangan ekonomi kelas bawah sampai kelas atas,” ucap Toing Jadul, empunya bengkel motor antik di bengkelnya Jalan Alamsya Ratu Prawira Negara, Bypass Musi II, Palembang, Ahad (25/1/2015).

Ungkap Toing Jadul, para penggemar motor kuno semakin hari bukan semakin berkurang, malah semakin bertambah. Ada saja alasan penghobi motor kenapa menggemari motor antik? Padahal dibanding motor baru, tentu saja lebih gampang merawat motor baru.

“Onderdil motor kuno juga dapat bikin pusing, sebab harus mencari di tempat-tempat tertentu, tak seperti motor baru, di toko gang sempit pun akan dengan mudah mendapatkannya,” katanya.

Dari hasil pengamatan Toing, ternyata penggemar kendaraan tua memang punya cita rasa yang berbeda dari kebanyakan orang. Kadang, mereka cenderung dianggap aneh. Karena Mereka mantap memilih salah satu jenis atau merek kendaraan yang jadi kesayangan. Yang pasti, mereka tak pernah asal memilih.

“Mereka paham betul segala akibat dan konsekensi dari pilihan yang diambil, makanya motor antik itu tidak sebarang orang,” ucapnya

Ia berkata, jangan tanya kenapa mau bersusah-susah kepada para penggemar motor kuno, sebab tak akan mendapatkan jawabannya yang memuaskan. Jawabannya sangat pribadi dan bagi hanya mereka lah yang tahu, bukan untuk yang tidak hobi motor antik.

“Karena tidak sembarang orang yang menyukai motor antik. Orang yang menyukai motor antik memiliki hobi tersendiri, kalau orangnya tidak sejiwa dengan motornya, maka tidak akan bertahan lama, akan cepat rusak,” tegasnya.

Pecinta motor antik bernama Seta berkata, harga motor antik pun bervarisi sampai ratusan juta dan sangat bergantung tahun pengeluaran produk. Makin tua sepeda motor harga pun selangit. Seperti, motor miliknya yang pernah ditawar pengusaha seharga Rp 200 juta.

“Motor antik itu enak, tidak semua orang punya, mencarinya pun sulit, seperti motor yang saya punya, Ural Tourist produk Rusia. Motor ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya sebagai pencinta motor antik. Jadi, saya sangat sayang sama motor saya yang satu-satunya di Sumsel,” ujar Seta, pencinta motor antik di rumahnya Komplek Polygon, Palembang.

Dia berharap, pemerintah lebih mendukung lagi untuk komunitas-komunitas sepeda motor antik di Palembang.

“Karena semakin banyak pencinta motor antik, maka silaturahmi makin berjalan dan kian membaik,” tutup Seta.

 

TEKS       : CANDRA WAHYUDI

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *