Tersangka Korupsi PT Pusri Segera “Dimejahijaukan”

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

PALEMBANG – Setelah dinyatakan lengkap atau P21, berkas perkara dua tersangka tindak pidana korupsi (Tipikor) proyek pengadaan navigasi kapal tahun 2010 PT Pusri Palembang, sudah dilimpahkan penyidik ke jaksa penuntut umum (JPU) dan dalam waktu dekat ini keduanya akan dimejahijauhkan.

Kepala Seksi (Kasi) Penyidikan Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel), Bobby Sandri menjelaskan, saat ini pihaknya selaku penyidik belum lama ini memang sudah melimpahkan berkas pemeriksaan untuk dua tersangka ke jaksa penuntut.

Jika berkas itu nantinya dinyatakan lengkap, kedua tersangka yang kini mendekam di Rutan Pakjo Palembang akan dilimpahkan ke jaksa penuntut untuk proses hukum selanjutnya.

“Sampai saat ini, belum ada kordinasi dari pihak jaksa penuntut apakah berkas pemeriksaan yang kami limpahkan sudah lengkap atau belum. Kita berharap, pelimpahan berkas pemeriksaan yang pertama ini bisa dinyatakan lengkap untuk mempersingkat waktu penyidikan,” kata Bobby, Minggu (25/1).

Bobby optimis, tidak akan ada bolak-balik pelimpahan berkas pemeriksaan untuk kedua tersangka. Pasalnya, selain sudah melengkapi berkas dengan keterangan belasan saksi yang dinilai mengetahui proyek ini, penyidik juga sudah mengantongi keterangan saksi ahli dan audit kerugian negara yang dilakukan secara internal oleh PT Pusri.

Meski demikian, jika memang belum dinyatakan lengkap, pihaknya siap mengumpulkan kembali keterangan saksi untuk melengkapi berkas pemeriksaan. Tergantung apa petunjuk dari jaksa penuntut nanti.

Jika nantinya berkas pemeriksaan dinyatakan lengkap, lanjut Bobby, wewenang proses hukum selanjutnya ada di tangan jaksa penuntut. Mereka berusaha untuk sesegera mungkin melimpahkan kedua tersangka ke tahap persidangan.

“Kita tunggu saja apa hasilnya nanti,” kata Bobby.

Seperti diketahui, kedua tersangka telah ditahan Kejati Sumsel dan dititipkan ke Rutan Pakjo Palembang. Dalam kasus dugaan ini, kedua tersangka diduga melakukan mark-up anggaran dalam proyek pengadaan alat navigasi dan speartpart kapal PT Pusri di tahun 2010 dengan total anggaran mencapai Rp900.000.000. Atas perbuatan tersangka negara mengalami kerugian sebesar Rp542.246.925.

Salah satu tersangka, Im, telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp215.000.000 kepada jaksa penyidik. Saat ini uang tersebut dititipkan di Bank Sumsel Babel untuk dijadikan barang bukti.

“Sementara Al belum menyerahkan uang kerugian negara. Harus atau tidaknya kedua tersangka mengembelikan uang kerugian negara masih akan menunggu fakta persidangan nanti. Begitu juga untuk menemukan indikasi adanya tersangka lain,” kata Kasi Penkum dan Humas Kejati Sumsel, Zul Fahmi, beberapa waktu lalu.

 

TEKS        : OSCAR RYZAL

EDITOR    : FJ ADJONG




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *