Pembangunan Pasar Inpres Lubuklinggau Tekendala Status Aset

LUBUKLINGGAU – Dampak belum diselesaikanya aset milik Lubuklinggau oleh Bupati Musirawas, H Ridwan Mukti kepada Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe, mulai berdampak buruk terhadap masyarakat, yang salah satunya bagi pedagang di Pasar Inpres Blok A dan B Lubuklinggau.

Rencana besar Pemerintah Kota Lubuklinggau merevitalisasi pasar Inpres blok A dan B,dengan mendirikan pasar lima lantai, urung dilaksanakan karena sampai saat ini status kepemilikan aset masih dikuasai Musirawas.

Akibatnya, bangunan pasar yang sudah usang dan nyaris ambruk dimakan usia tersebut, tidak bisa diperbaiki. Padahal, pasar ini merupakan roda penggerak ekonomi dan sumber kehidupan masyarakat Lubuklinggau.

Di sinilah, masyarakat mengharapkan kearifan seorang Bupati Musirawas untuk menyerahkan kepemilikan pasar tersebut kepada walikota,agar proyek pembangunan bisa berjalan, dan memberikan harapan baru para pedagang.

“Harapan kami agar pasar ini dibangun pak walikota, kareno bangunanyo sudah sangat buruk, dan yang blok B lah nak roboh,” kata Titin, salah seorang pedagang sayuran yang berjualan di pinggir jalan dekat pasar Inpres Blok B.

Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe saat diwawancarai Kabar Sumatera, Minggu (25/1) mengakui, rencana pembangunan pasar tersebut harus terhenti karena status kepemilikan masih dipegang Kabupaten Musirawas.

“Kalau bangunan itu ambruk, kemudian menelan korban jiwa, (apakah walikota atau bupati yang bertanggung jawab) biarkan hukum yang menilai siapa yang salah,” tegas Nanan sapaan H SN Prana Putra Sohe.

Dikatakan, Nanan, kalau aset tersebut diserahkan ke Pemkot Lubuklinggau masalah kesemrawutan, jorok dan usang di pasar Inpres blok A dan B bisa segera dituntaskan, namun untuk sementara waktu Pemkot hanya bisa melakukan penataan terhadap para pedagang.

“Kita sudah merencanakan pembangunan,sudah mengimbau, menata dan mengatur pasar, ini upaya yang sudah kita lakukan. Siapa yang akan bertanggungjawab kalau terjadi apa-apa, kita sudah berupaya meminta sertifikatnya ke Pemkab Musirawas, tapi belum juga diberikan sampai hari ini,” pungkasnya.

Diketahui, Pemerintah Kota Lubuklinggau telah membuat perencanaan yang matang untuk memperbaiki Pasar Inpres Blok A dan B, upaya ini sangat didukung oleh para pedagang. Master Plan yang sudah dibuat pasar ini akan dibangun lima lantai, lengkap dengan fasilitas kantung parkir yang luas, taman, dan pendukung lainya.

Namun, saat ini para pedagang hanya bisa gigit jari, karena rencana tersebut belum bisa dilakukan pemerintah, disebabkan belum ada kerelaan kabupaten induk menyerahkan aset ke Lubuklinggau.

 

TEKS      : SRI PRADES

EDITOR   : FJ ADJONG




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *