Palsukan Ijazah, Anggota DPRD Muratara Bakal Jadi Tersangka

PALEMBANG – Setelah dilakukan penyelidikan dan gelar perkara oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Musi Rawas Utara (Muratara) yang bernama ES, dalam waktu dekat ini akan ditetapkan jadi tersangka.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumsel, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) R Djarod Padakova, didampingi Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sutriyo, selaku Kasubdit I Ditreskrimum Polda Sumsel.

“Ditetapkannya ES jadi tersangka, lantaran ES menggunakan Ijazah palsu untuk mencalonkan untuk menjadi anggota dewan dan kini ES sendiri sudah dilantik menjadi anggota DPRD Muratara,” bebernya.

“Kita dan anggota Polres Mura sudah menggelar perkara kasus dugaan ijazah palsu itu belum lama ini. Hasil gelar perkara, statusnya akan naik penyidikan,” tambah perwira berpangkat melati tiga ini.

Dijelaskan Djarod, bakal ditetapkannya ES menjadi tersangka setelah penyidik mendengarkan keterangan seorang saksi kunci. Sayangnya, Hadi tidak mau membeberkan identitas dari saksi tersebut dengan beralasan untuk kepentingan penyidikan.

Diterangkan Djarod, penyelidikan kasus dugaan ijazah SMP paket C dan Ijazah SMA paket C milik ES adalah menindaklanjuti aksi demo dan laporan dari Gerakan Pemuda Mahasiwa Masyarakat Musi Rawas/Musi Rawas Utara (GP3M) 11 Gaustus 2014 lalu.

Namun, laporan yang tertuang dalam LPB-679/VIII/2014/SUMSEL belakangan diketahui sudah dilaporkan di Polres Musi Rawas. Karena satu kasus tidak diperbolehkan ada dua laporan, Ditreskrimum Polda Sumsel akan menyerahkan kelanjutan kasus ini ke Polres Mura.

“Gelar perkara memang dilakukan di Polda Sumsel atas permintaan Direktur Ditreskrimum. Gelar perkara kita lakukan bersama dengan penyidik dari Polres Mura. Selanjutnya, usai gelaer perkara, penyidik Polres Mura yang akan menindaklanjuti,” kata Djarod.

Oknum anggota DPRD Musi Rawas terpilih berinisia BI, yang juga dilaporkan menggunakan ijazah SD, SMP dan SMA paket C palsu, masih berstatustan sebagai terlapor. Dalam waktu dekat, Subdit I Ditreskrimum Polda Sumsel selaku penyidik akan melakukan gelar perkara untuk kasus ini.

“Penyidik masih koordinadi dengan pihak sekolah SMA swasta yang ada di Jakarta yang mengeluarkan ijazah IB. Sebelumnya, kita sudah melakukan penggeledahan dirumah IB. Namun pihaknnya tidak menemukan barnag bukti ijazah SD, SMP dan SMA IB,” katanya.

Sejauh ini, lanjut Djarod, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, baik itu dari dinas, KPU dan sekolah dan total sudah sebanyak 18 saksi. Hanya saja, penyidik masih ada kendala dengan ijazah asli terlapor dan masih menunggu hasil lab apakah asli atau palsu.

Diberitakan sebelumnnya, kedua caleg tersebut dilaporkan oleh GP3M telah menggunakan ijazah palsu. Sebelum dilaporkan di SPKT Mapolda Sumsel, GP3M terlebih dahulu menggelar orasi di Mapolda Sumsel.

Untuk yang melibatkan ES, laporan ditolak karena sudah diterima laporanya di Polres Mura, sementara yang melibatkan BI kini diproses di Subdit I Ditreskrimum Polda Sumsel.

 

TEKS          : OSCAR RYZA

EDITOR      : FJ ADJONG




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com