Operasional BPR Pasar tak Jelas

PALEMBANG – Hingga saat ini, operasional Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pendanaan Prasarana Rakyat (Pasar) masih dipertanyakan. Pasalnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum memberikan kejelasan.

Direktur Operasional PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J), Ahmad Nopan mengatakan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk perbaikan manajemen maupun liquiditas perusahaan yang sempat menuai masalah.

“Termasuk BPR Pasar ini, karena BPR Pasar ini merupakan anak perusahaan PT SP2J sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Nah, kami menyarankan manajemennya harus diperbaiki,” ungkapnya, Minggu (25/1).

Sambung Nopan, agar semuanya menjadi terang, pihaknya berencana menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dalam waktu dekat. Namun, ia belum bisa memastikan waktunya.

“Belum bisa dipastikan, yang pasti secepatnya,”katanya.

Nopan mengaku, semua persyaratan administrasi pengajuan izin operasional BPR Pasar sudah dipenuhi, termasuk soal permodalan. Seharusnya, BPR Pasar tersebut sudah bisa melayani penyaluran kredit pada perseorangan atau kelompok Usaha Kecil Menengah (UKM), yang menjadi program kerja pemerintah.

“Kantor BPR Pasar juga sudah ada. Namun, sampai sekarang OJK Pusat belum keluarkan izinnya, kami berharap OJK segera keluarkan izinnya,”ujarnya.

Sementara itu, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Sekretarit Daerah (Setda) Palembang Hardayani mengatakan, saat ini sedang diproses pengalihan administrasi kepemilikan dari PT SP2J ke Pemkot Palembang.

“Kami berharap, BPR Pasar tidak bernaung di bawah PT SP2J, artinya berdiri sendiri,”katanya.

Sambungnya, mengapa BPR Pasar harus berdiri sendiri, karena beban kerja PT SP2J sudah sangat tinggi. Oleh itu pihaknya berharap mampu berdiri sendiri.

“Kita ingin meringankan kerja SP2J. Jika tida dikhawatirkan BPR Pasar akan turut mengalami permasalahan seperti Transmusi dan lainnya,”tutupnya.

 

TEKS       : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL


TAG


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *