Laskar Wong Kito Melaju ke Final SCM Cup 2015

PALEMBANG – Sriwijaya FC sukses melaju ke final turnamen Piala SCM (Surya Citra Media) 2015 setelah mengalahkan Persela Lamongan 2-1 pada semifinal di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Minggu (25/1) petang.

Dua gol SFC dilesakkan oleh Ferdinand Sinaga pada menit 61, dan Titus Bonai menit 77. Sedangkan gol tunggal Persela disumbangkan Agus Salim di menit 89. Bertindak sebagai tuan rumah, SFC langsung memberi tekanan di awal menit babak pertama. Peluang emas pun didapatkan ketika laga baru berjalan 12 menit, namun sayang sepakan keras Titus Bonai di dalam kotak penalti Persela masih bisa ditepis kiper Persela Choirul Huda.

Meski SFC menguasai jalan pertandingan, tapi hingga turun minum tak satu pun gol bisa diciptakan kedua tim. Persela yang hanya bermain separuh lapangan masih sulit dikalahkan. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua,SFC langsung mengancam gawang Persela pada menit ke-51. Namun sayang sepakan keras Morimakan Koita di dalam kotak penalti kembali dimentahkan Choirul Huda.

Upaya SFC akhirnya menuai hasil positif, SFC membuka keunggulan pada menit ke-61 setelah sepakan Ferdinand tak mampu diantisipasi oleh Choirul Huda yang memanfaatkan bola liar akibat kesalahan pemain belakang Persela. SFC memperbesar keunggulannya pada menit 77 melalui Titus Bonai usai menerima umpan manis Morimakan Koita di dalam kotak penalti dengan sepakan kaki kirinya. Skor berubah 2-0.

Tertinggal 2-0 Persela mencoba melakukan serangan balik dan akhirnya berbuah manis. Gawang SFC kejebolan pada menit 89, setelah sundulan Agus Salim yang memanfaatkan umpan pojok tak bisa dibaca oleh kiper SFC Dian Agus Prasetyo.

Usai laga, caretaker Persela Lamongan Didik Ludiyanto mengucapkan selamat kepada Sriwijaya FC atas kemenangannya sekaligus lolos ke babak final.

“Dua gol SFC murni kesalahan kita sendiri, ini menjadi pembelajaran untuk ke depan, karena memang ajang ini menjadi uji coba buat kami sekaligus menyeleksi beberapa pemain sebelum kompetisi ISL,” kata Didik.

Terkait pemain asing David Pagbe yang baru bergabung, Didik mengatakan masih belum nyetel karena perlu adaptasi.

“Semua masih banyak kurangnya, termasuk Pagbe. Anak-anak seringkali kehilangan bola, transisi juga kurang baik,” pungkasnya.

Sementara itu, asisten pelatih SFC Hendri Susilo mengatakan, pihaknya mengapresiasi apa yang telah ditunjukkan anak asuhnya. Meskipun sebenarnya, SFC bisa saja menang dengan banyak gol.

“Memang kita banyak peluang, tapi semua tidak jadi gol. Kita tahu SFC 99 persen rata-rata pemain baru, artinya mereka butuh kerja sama lagi, tapi hasil ini luar biasa,” kata Hendri.

“Bisa dilihat sendiri, anak-anak sudah kerja keras. Ini perlu diapresiasi. Kalau satu gol Persela tadi mungkin karena pemain sudah lelah,” pungkasnya.

Sementara itu, Titus Bonai menambahkan, dirinya bersyukur bisa mencetak satu gol dan memastikan SFC melaju ke babak final. “Gol ini saya persembahkan buat istri dan anak saya yang akan datang ke Palembang besok,” ucap Tibo, sapaan akrab Titus Bonai.

Hingga berita ini diturunkan, Arema Cronus dan Persebaya tengah berjuang untuk merebut tiket final menemani SFC.

 

TEKS      : IQBAL

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL


TAG


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *