Hizbut Tahrir Kecam Tabloid Charlie Hebdo

Puluhan massa HTI Palembang yang berkumpul didepan Bundaran Air Mancur (BAM) Masjid Agung Palembang. Sabtu, (24/1/2015) | Dok KS

Puluhan massa HTI Palembang yang berkumpul didepan Bundaran Air Mancur (BAM) Masjid Agung Palembang. Sabtu, (24/1/2015) | Dok KS

PALEMBANG – Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Palembang mengecam keras penghinaan terhadap Nabi Muhammad S.A.W yang dilakukan tabloid Charlie Hebdo di Perancis. Berbagai kritikan pedas HTI Palembang disampaikan dengan menggelar aksi di bundaran air mancur palembang, akhir pekan (24/1) sekitar pukul 09.00 wib.

Puluhan massa HTI Palembang yang berkumpul didepan Bundaran Air Mancur (BAM) Masjid Agung Palembang menyampaikan aspirasi mereka dengan berorasi dihadapan seluruh pengguna jalan dan masyarakat Palembang.

Aksi tersebut disayangkan diikuti juga kalangan anak anak, bahkan ada yang berusia sekitar 3-5 Tahun yang sepertinya memang sengaja dibawa turut serta oleh orang tua mereka yang merupakan anggota HTI tersebut.

“Penghinaan oleh media massa barat tersebut menunjukkan Hipokrasi Barat. Jika benar mereka berpegang pada prinsip kebebasan berekspresi, mengapa perempuan muslim Perancis dilarang memakai purdah? Bukankah jni juga merupakan bagian dari ekspresi?” ungkap Juru Bicara (Jubir) HTI Palembang, Muhammad Ismail Yusanto.

“Penghinaan ini juga menunjukkan kelemahan umat islam. Karena jumlah umat islam lebih dari 1,6 Miliar ini terbukti tidak mampu menghentikan penghinaan kepada Nabi Muhammad S.A.W. Kita menuntut redaksi Tabloid  Charlie Habdo dan pemerintah Prancis untuk menghentikan segala bentuk penghinaan terhadap Nabi Muhammad S.A.W, sekarang dan masa yang akan datang,” tambah dia.

Tak sampai disitu saja, pihak HTI ini juga menuntut pelaku penghinaan tersebut dihukum hati bila dia seorang muslim. Dan jika orang kafir, maka harus dihukum mati, kecuali jika bertaubat dan masuk Islam.

Pantauan dilapangan, aksi tersebut sempat mengundang pandangan para pengguna jalan yang berkendaraan dengan melambatkan laju kendaraan mereka.

 

TEKS        : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR     : FJ ADJONG


TAG


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *