Harga Komoditas Karet Masih Anjlok

Misbah yang sedang menyadap karetnya. | Foto : Joen KS

Misbah yang sedang menyadap karetnya. | Foto : Joen KS

INDERALAYA – Harga komoditas karet dalam tiga bulan terakhir masih anjlok dan belum ada tanda-tanda harga tersebut akan mengalami kenaikan di pasaran. Belum stabilnya harga tersebut ternyata memperngaruhi perekonomian petani di Kabupaten Ogan Ilir (OI), khususnya petani karet di Kecamatan Tanjung Batu.

Informasi yang didapat, dalam tiga Bulan terakhir harga karet di patok Rp7.900 per kilogram. Namun dalam seminggu terakhir harga karet kembali anjlok hingga Rp.7.500 per kilogram. Anjloknya harga karet dikeluhkan Misbah Malik (55), petani karet dari Desa Tanjung Atap, Kecamatan Tanjung Batu.

Menurutnya, anjloknya harga karet di pasaran membuat perekonomian petani terganggu. “Ya Mas, rata-rata di Tanjung Batu adalah petani karet. Karena harga anjlok maka penghasilan kami berkurang,” ungkapnya, Minggu (25/1).

Meski anjlok, lanjut Misbah, dirinya bersama petani karet lainnya masih menggantungkan hidup dengan menjual karet. “Ia, meski harga turun, kita masih tetap nyadap. Ini satu-satunya untuk menyambung hidup,” tuturnya.

Selain harga karet anjlok, lanjutnya, hujan yang turun hampir setiap harinya membuat kualitas karet berkurang. Selain getahnya encer, karet banyak tercampur dengan air hujan. “Kualitas karet juga sekarang mulai berkurang karena banyak tercampur air hujan. Kami berharap, harga mulai kembali stabil seperti dulu,” paparnya.

Hal senada juga diungkapkan Milawati (55). Menurutnya, anjloknya harga karet sangat berimbas pemasukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Kalau kami untuk menambah penghasilan dengan menanam nanas. Dengan demikian perenomian keluarga bisa terjaga,” singkatnya.

 

TEKS         : JUNAEDI ABDILLAH
EDITOR     : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *