Disdik Harus Fokus Pemantapan UN

Ilst. UN | Net

Ilst. UN | Net

LUBUKLINGGAU – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN)tingkat SMA, SMP dan SD sederajat tidak lama lagi akan dilaksanakan. Belajar dari tahun sebelumnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Lubuklinggau diminta fokus pada pemantapan ujian, sehingga kekeliruan yang sama tidak terulang. Penegasan ini disampaikan Ketua Dewan Pendidikan Lubuklinggau, Hamdan Kamal, kepada Kabar Sumatera, belum lama ini.

Hal ini disampaikan terkait dengan pemantapan UN mutlak harus menjadi fokus Disdik, mulai dari kepanitiaan, pengawas dan peserta. Sehingga, pada hari H tidak terjadi kekeliruan dan kesalahan yang merugikan salah satu pihak.

Menurutnya, selama ini persiapan dan pelaksanaan UN di bumi Sebiduk Semare sudah cukup baik, tapi masih perlu ditingkatkan lagi. Apalagi adanya perubahan kurikulum 2013 menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan soal UN menggunakan materi dari KTSP. Perubahan

kurikulum ini tentu memberikan pengaruh penguasaan materi,walaupun tidak terlalu besar.

“Pengawasan, penataan soal, kemudian masalah belajar tambahan itu harus disiapkan Disdik. Dewan pendidikan juga menekankan agar adanya belajar tambahan tapi jangan terjadi lagi pungutan biaya dengan orang tua murid, kasian mereka,” tegasnya.

Dijelaskan, Hamdan, pelaksanaan UN identik dengan kekeliruan pembagian lembar jawaban komputer, karena sering tertukar kode soal kepada peserta, seperti kode jurusan Ilmu Pengetahuan Alam tertukar dengan lembaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

“Pelaksanaan UN tahun ini kalau bisa lembar jawaban komputer jangan sampai salah, salah pembagian ke peserta, karena sangat berpengaruh pada hasil ujian siswa siswi. Ini bagian dari tugas pengawas yang harus lebih teliti,” pinta Hamdan.

Ia juga meminta agar tim pengawas lebih teliti memperhatikan kode soal, berita acara, jumlah peserta. Kemudian, pada saat pelaksanaan memeriksa satu persatu peserta,dan menyita hanphone yang dibawa peserta ujian.

“Sebelumnya, sering terjadi kekeliruan, mulai dari berita acara, kejadian-kejadian diruangan. Oleh sebab itu, hendaknya kali ini sebelum siswa mengerjakan soal peserta harus diperiksa, apakah bawa handpone atau tidak. Kalau bawa alat elektronik sita sementara, dan jangan terlalu banyak mengizinkan siswa keluar ruangan pada saat ujian, hal-hal ini yang harus diperhatikan pengawas,” paparnya.

“Kapan salah kode, mereka tidak akan lulus, pengawas harus cekatan memperhatikan lembar jawaban, baik pada saat membaginya maupun menerima kembali dari peserta ujian,” tambahnya.

 

TEKS         : SRI PRADES

EDITOR     : IMRON SUPRIYADI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *