Waspada, Februari Puncak Wabah DBD

Ilustrasi Suasana Perumahana di Bantaran Sungai yang rawan dengan Nyamuk

Ilustrasi Suasana Perumahana di Bantaran Sungai yang rawan dengan Nyamuk. | Dok KS

LUBUKLINGGAU – Adanya dugaan korban meninggal dunia disebabkan penyakit Demam Berdarah Dongue di Rumah Sakit (RS) Dr Sobirin Musi Rawas Lubuklinggau baru-baru ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Lubuklinggau merasa kecolongan, karena selama perawatan tak ada laporan dari pihak rumah sakit.

Padahal, Dinkes Lubuklinggau telah mewarning kepada seluruh RS yang berada di wilayah hukum Lubuklinggau melapor 1 x 24 jam jika terdapat pasien terjangkit DBD.

Namun, sayangnya, sampai almarhumah Masliha (34), warga Tanjung Aman, meninggal dunia di RS Sobirin, Musi Rawas, di Lubuklinggau, tak ada laporannya sama sekali.

“Tidak ada laporan ke kita, kemungkinan besar korban meninggal bukan karena DBD, untuk memastikan hal itu harus ada tes labor,tidak bisa langsung vonis,” kata Kepala Dinas Kesehatan Lubuklinggau, RM Nawawi Akib kepada Kabar Sumatera,Jumat (23/1).

Ditegaskanya, Dinkes Lubuklinggau mewarning kepada pihak rumah sakit untuk wajib lapor 1 x 24 jam jika mendapat pasien BDB, sehingga Dinkes bisa tahu dan mencari solusi pengobatanya.

“Saya sudah suruh petugas saya untuk mengecek ke rumah almarhum di Tanjung Aman, kita tunggu dulu hasil laporan mereka,” ujarnya.

Diterangkan, cuaca saat ini memang rawan penyebaran wabah DBD, terutama pada Februari mendatang merupakan puncak serangan wabah DBD.Karena itu, seluruh masyarakat harus waspada dan melakukan antisipasi.

Untuk menekan angka penyebaran penyakit mematikan disebabkan nyamuk tersebut, Dinkes mengimbau kepada Lurah untuk mengajak masyarakat melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSM) di masing-masing wilayah, seperti mengubur sampah, membersihkan siring, membersihkan sisah-sisah gelas Air Minum Dalam Kemasan, genangan air, bak penampungan, dan menaburkan serbuk abate di bak mandi. Serbuk abate ini disediakan di puskesmas secara gratis.

Sedangkan, Dinkes saat ini tengah melakukan fogging di 35 wilayah rawan BDB, seperti Kelurahan Jawa Kanan SS, Mesat Seni, Cereme, Cereme Taba, Watervang, Pasar Pemiri.

“Lurah harus mengajak masyarakatnya melakukan PSM, kemudian di Puskesmas masyarakat bisa mengambil serbuk abate gratis. Karena, jentik-jentik nyamuk bisa diberantas dengan Abate,kalau fogging yang mati hanya nyamuk dewasa,jentik tidak mati,” pungkasnya.

 

TEKS        : SRI PRADES

EFITOR     : FJ ADJONG




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *