Tidak Ada Sosialisi Penurunan Ongkos Angkutan

PALEMBANG – Warga Metropolis yang biasa menggunakan jasa angkutan kota (angkot), maupun bus kota dalam menjalankan aktivitasnya, mengaku kecewa, pasalnya hingga saat ini, penurunan tarif angkutan yang ditetapkan, Rabu (21/1) lalu belum direalisasikan.

Murni (34) mengatakan, tarif angkot jurusan Kertapati-Ampera masih Rp 4.000. Padahal, berdasarkan ketetapan antara Dinas Perhubungan (Dishub) Palembang, Organisasi Angkutan Darat (Organda) dan perwakilan masyarakat Rp 3.200.

“Sopir tidak pernah mengatakan, tarif turun. Tidak ada sosialisai sama sekali, kami hanya tau dari koran,”keluh warga, Lorong Mataram II, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati Palembang ini, saat dibincangi, Jum’at (23/1).

Murni mangaku, ia menggunakan jasa angkot setiap hari untuk berdagang dikawasan pasar 16 Ilir. Ia berharap, tarif baru tersebut segera diberlakukan.

“Tunggu apa lagi, kan sudah ditetapkan turun. Mengapa sopir seperti pura-pura tidak tau, ketika kami bajar Rp 3.500, sopir minta tambahan Rp 500,”akunya.

Hal serupa diungkapkan pengguna angkot lainnya, Salima (41) mengatakan, ia kecewa dengan dengan Pemerintah. Karena, tidak menindak tegas sopir angkot yang menarik ongkos melebihi ketentuan.

“Seharusnya Pemerintah menindak tegas sopir yang menyalahi aturan, karena masyarakat yang dirugikan,”katanya.

Menyikapi hal itu, Wali Kota Palembang, Harnojoyo mengatakan, tarif ongkos sudah turun dari Rp 3.500 menjadi Rp 3.200 dengan melalui berbagai proses tahapan. Sehingga disepakati angka tersebut.

“Turun Rp 300, itu sesuai kesepakatan semua pihak terkait,”katanya

Disinggung soal Peraturan Wali Kota (Perwali), Harnojoyo mengatakan, pihaknya sudah menerima laporannya. Dalam waktu dekat segera disahkan menjadi Perwali.

“Prosesnya tidak lama, setelah Perwali keluar tarif harus segera diterapkan,” tutupnya.

 

TEKS      : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL

 

 


TAG


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *