Listrik Byar Pet, Pasien di RSUD Talang Ubi Batal Operasi

Ilustrasi Medis | bagus Kurniawan

Ilustrasi Medis | bagus Kurniawan

PALI – Nasib malang dialami M Toha (68), Warga Sumberjo, Kelurahan Talang Ubi Utara, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematabg Ilir (PALI), yang belum sempat menjalani operasi. Bahkan, sudah dua minggu menunggu jadwal operasi selalu gagal.

Penyebabnya bukan karena dokter atau para medis tidak ada‎. Bukan pula karena peralatan rusak. Terkatung-katungnya nasib Toha karena saat jadwal operasi tiba, listrik mendadak padam. Otomatis, operasi batal. Padahal baik peralatan maupun tenaga medis sudah siap sedia.

Nasib serupa juga dialami Yadi (54), warga Desa Talang Akar, Kecamatan Talang Ubi. Lelaki paruh baya penderita hernia ini juga harus menunggu sampai dua minggu lebih dengan alasan serupa.

Operasi usus turun untuk dirinya selalu dibatalkan pihak RSUD Talang Ubi‎. Kini Yadi kembali menunggu dikamar perawatan rumah sakit. Menunggu jadwal operasi.

“Terpaksa menunggu mas, mau pulang juga kondisi badan sakit begini. Jelas tidak mungkin. Kemarin pas mau operasi listriknya padam,” kata Yadi.

Pengakuan dua pasien ini diakui Direktur RSUD Talang Ubi, dr Charly Eka kepada KabarSumatera di ruang kerjanya, kamis (22/1).

“Benar, pelayanan ruang bedah terganggu akibat sering padamnya listrik” kata Charly.

Menurut Charly, sebetulnya masih ada lima pasien lagi yang mengalami penundaan jadwal operasi.

“Ada tujuh pasien yang tertunda. Enam pasien bedah dan satu pasien sesar. Operasi terpaksa kita batalkan karena listrik padam. Padahal, tenaga dokter dan para medis nya sudah siap,” ujarnya.

Sebetulnya pihak rumah sakit masih memiliki dua unit genset. Keduanya dalam kondisi rusak.

“Kita sesalkan sering padamnya listrik ini. Padahal kita sudah menyiapkan peralatan operasi bedah guna melayani masyarakat. Tapi kalau begini jadi mubazir. Kita sangat serius untuk memanfaatkan ruang bedah dan peralatan ini. Buktinya tenaga dokter bedah kita sayangkan khusus dari Palembang. Termasuk dokter bedah ortopedi yang sangat langka kita siapkan untuk melayani masyarakat,” ungkap dokter muda ini.

Charly berharap, kedepannya pemadaman listrik di Talang Ubi bisa berkurang sehingga masyarakat yng ingin mendapatkan pelayanan kesehatan tidak terganggu.

Di tempat terpisah, Bupati PALI Ir H Heri Amalindo MM selalu mengungkapkan guna ‎mengurangi pemadaman listrik di Kabupaten PALI, Pemkab PALI sudah melakukan pendekatan dengan direksi PT PLN (persero) di Jakarta.

“Sejak tahun pertama kita bertugas di sini, pendekatan sudah kita lakukan. Bahkan dengan direksi langsung. Kita berharap pemadaman bisa berkurang,” ungkap Heri.

 

TEKS         : INDRA SETIA HARIS

EDITOR     : FJ ADJONG




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *