Dua Unit Mobil Damkar Empat Lawang Sudah Usang

EMPAT LAWANG – Dua unit mobil pemadam kebakaran (damkar) yang mangkal di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Empat Lawang, sudah usang dan nyaris tak layak pakai. Pasalnya, kedua armada eks Kabupaten Lahat tersebut, sudah mulai mengalami kerusakan, mulai dari gangguan mesin kendaraan serta alat mesin pompa air sudah sering macet.

Kepala BPBD Empat Lawang, Hasbullah mengakui, kerusakan dua unit damkar menjadi kendala dalam beberapa tahun terakhir. Apalagi saat terjadi kebakaran besar, kesulitan dalam pemadaman dan evakuasi kerap dialami petugas pemadam bahaya kebakaran (PBK) di lapangan.

Makanya, kata Hasbullah, pihaknya sudah mengajukan penambahan paling tidak dua unit damkar.

“Mesinnya sudah tua dan layak diganti damkar baru, ini kan damkar hibah eks Kabuaten Lahat dulu. Meskipun dirawat maksimal tetap saja kerap ada kerusakan,” jelasnya, kemarin (22/1).

Selain dua unit damkar katanya lagi, ada juga rencana pembangunan bak penampung air di sekitar kantor BPBD Empat Lawang. Nah rencana tersebut, sudah dianggarkan pada 2015, tinggal menunggu pelaksanaan. Kenapa bak penampung air sebutnya, agar memudahkan unit damkar pengambilan air saat terjadi bahaya kebakaran.

Hasbullah berpesan, agar masyarakat Empat Lawang dapat melaporkan dengan cepat jika terjadi bahaya kebakaran di lingkungan tempat tinggalnya ke pada pihaknya agar dapat segera ditanggulangi.

Bukan kepada pihak-pihak lain, sebab menurutnya sering sekali masyarakat sebelum melaporkan ke pihak BPBD, masyarakat kecendrungannya melapor dulu ke instansi yang bukan berwenang untuk mengatasi kebakaran tersebut, sehingga informasi yang diterima oleh pihaknya sering terlambat.

“Kita bukannya terlambat, tapi kadang laporan diterima petugas piket di BPBD. Kalau bisa, jika ada bencana apa pun segerala lapor,” imbaunya.

Kondisi unit damkar Empat Lawang kerap menjadi keluhan warga, apalagi kadang saat terjadi kebakaran damkar sering macet. Padahal, kebutuhan pemadam kebakaran sangat penting, mengingat di Empat Lawang sebagian besar rumah penduduk masih dari bahan kayu.

“Kan banyak rumah lama, kalau ada kebakaran apinya cepat sekali merambat. Setidaknya butuh empat atau lima unit damkar, jadi bisa standby dibeberapa titik,” kata Dani (45), warga Tebing Tinggi dibincangi Kabar Sumatera.

Selain itu, tambah Dani, operasional damkar hendaknya disiapkan disetiap kecamatan. Mengingat jarak tempun dah letak geografis wilayah Empat Lawang cukup jauh dan perbukitan.

“Kalau mengandalkan dari Tebing Tinggi saja kan sulit, coba kalau kebakaran di kecamatan lain yang cukup jauh,” tukasnya.

 

TEKS       : SAUKANI

EDITOR  : FJ ADJONG

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *