Usaha Daging Sulit Dapat Sertifikat Halal

Ilustrasi Label Halal

Ilustrasi Label Halal | Ist

LUBUKLINGGAU – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lubuklinggau bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lubuklinggau, terus menggulirkan program sertifikasi halal terhadap produk makanan dan minuman yang geluti pelaku usaha lokal.

Hanya saja, khusus untuk pengelolaan daging, mulai dari ikan, ayam dan sapi masih sulit mendapatkan perlakuan dengan dikeluarkannya sertifikasi halal dari Lembaga Pengkajian Pengawasan Obat Minuman (LP POM) Propinsi.

“Hal ini mengacu pada asal daging, cara pengelolaan hingga pengemasan terhadap produk makanan tersebut. Takutnya dengan bercampurnya tempat penggilingan konvensional ini, akan bercampur dengan daging yang rendah kualitasnya,” kata Ketua MUI Lubuklinggau H Abdullah Matcik saat diwawancara Kabar Sumatera, di ruang kerjanya, kemarin.

Menurutnya, memang perlu dibuat perlakuan atau penggilingan khusus yang diperbantukan kepada pelaku usaha daging, namun kalau sudah ada milik sendiri itu lebih baik.

Dikatakan, MUI mengacu pada menjamurnya usaha pengelolaan daging seperti bakso, kornet, sosis dan sejenisnya di Lubuklinggau. Jika mau lebih menyakinkan konsumen serta mendapatkan sertifikasi halal,harus ada pengelolaan khusus yang kemudian bisa mendapat sertifikat halal.

Hal itu, lanjut Asisten III Setda Lubuklinggau ini,berpengaruh positif terhadap usaha masyarakat, salah satunya untuk menaikan omzet penjualan. Dengan catatan harus ada sertifikasi halal guna memberikan kenyaman konsumen.

Masih lanjut dia,pandangan MUI dalam menerbitkan sertifikasi halal, produk olahan harus bersih dari najis dan peralatan harus khusus ditunjuk khusus oleh lembaga berwenang.

“Harus khusus memang kalau memang daging, ya daging saja,tidak boleh yang lain,”tambahnya.

Maka dari itu, kata dia,asal daging serta kejelasan kesehatan daging sangat dibutuhkan, untuk penerbitan sertifikat halal. Dengan demikian, pengusaha akan mendapat omzet besar, konsumenpun nyaman dan aman.

“Baiknya ada rekanan yang buka usaha giling khusus daging, sehingga tidak ada keraguan dan kami bisa melakukan pelabelan halal. Setelah ada pengajuan dari pemilik tim editor secara kolektif, dalam waktu sebulan sudah bisa diterbitkan,” tutupnya.

 

TEKS     : SRI PRADES

EDITOR   : FJ ADJONG




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *